Senin, 14 Oktober 2019

Pernik-Pernik Iman dan Devosi Kepada Santa Perawan Maria (14)

Pengantar

Satu kebenaran hakiki yang harus diakui oleh semua orang Kristen adalah " MARIA MEMANG BUKAN TUHAN TAPI DIA ADALAH BUNDA TUHAN. "Alasanya, kita semua percaya bahwa " YESUS ADALAH TUHAN DAN MARIA ADALAH BUNDA YESUS ."

Penjelasan berikut dicopy-paste dari penjelasan Stefanus dan Ingrid di Katolisitas.org

Sekali lagi kesalahpahaman tentang Bunda Maria

Pertanyaan :

Jadi kesimpulannya:

Menganggap Maria sebagai Ratu Sorga, Bunda ALLAH, serta sebagai sosok yang begitu diagungkan, itu adalah perbuatan yang MENGHINA kemuliaan ALLAH. Karena Maria dipilih ALLAH bukan karena siapa Maria, namun semata-mata karena ALLAH memang ingin memilihnya, jadi tidak ada unsur turut campur atau kebaikan manusia di dalamnya.

Kita semua wajib menghormati Maria sebagai seorang perempuan yang dipilih oleh ALLAH untuk melahirkan TUHAN kita Yesus Kristus, sama seperti kita menghormati ibu kandung kita yang juga telah dipilih ALLAH untuk melahirkan kita, dan Alkitab memang mengajarkan kepada kita untuk mengasihi dan menghormati sesama manusia. Namun penghormatan yang melebihi kapasitas itu sudah termasuk mencuri kemuliaan ALLAH.

Saya tidak perlu menuliskan ayat-ayat yang mendasari tulisan saya diatas, karena saya tahu anda sekalian tentu tahu dimana ayatnya (kalo sampai belum tahu sebaiknya belajar Alkitab lebih dalam atau bertanya kepada pastor anda). Dan saya mengajak saudaraku umat Katolik untuk merenungkan kembali keyakinan Anda terhadap Maria selama ini, agar jangan sampai Anda tersesat.

Jawaban :

Inilah tanggapan atas  kesimpulan Anda:

Menganggap Maria sebagai Ratu Sorga, Bunda ALLAH, serta sebagai sosok yang begitu diagungkan, itu adalah perbuatan yang MENGHINA kemuliaan ALLAH….. Kita semua wajib menghormati Maria sebagai seorang perempuan yang dipilih oleh ALLAH untuk melahirkan TUHAN kita Yesus Kristus, sama seperti kita menghormati ibu kandung kita yang juga telah dipilih ALLAH untuk melahirkan kita….. Namun penghormatan yang melebihi kapasitas itu sudah termasuk mencuri kemuliaan ALLAH.

Jika kita mau terbuka untuk mendengarkan pengajaran Bapa Gereja tentang Bunda Maria, maka sesungguhnya kita akan memahami bahwa menghormati Maria sebagai Ratu Surga dan bahwa Maria diangkat ke surga, bukan menghina kemuliaan Allah, namun malah menyatakan kemuliaan Allah. Sebab Bunda Maria merupakan “sebuah masterpiece di tangan Sang Pencipta”, yang keindahannya menggambarkan kemuliaan Penciptanya dan bukan kemuliaan dirinya sendiri.
Sudah sepantasnya kita menghormati dan mengasihi ibu kita sendiri, namun juga sepantasnya, jika menghormati dan mengasihi Kristus, kita menghormati dan mengasihi pula ibu-Nya yang diberikan-Nya kepada kita (lih Yoh 19:26-27). Jika kita mengasihi Kristus lebih daripada segalanya, maka sudah selayaknya juga kita mengasihi dan menempatkan ibu-Nya secara khusus di hati kita, sebab melalui kesediaan Bunda Marialah maka kita memperoleh Yesus Penyelamat kita. Betapa kita harus berterimakasih kepada Bunda Maria secara istimewa!

Maka, terima kasih atas anjuran Anda agar kami umat Katolik untuk berdoa, merenung, berpikir tentang iman kami. Ya, memang itulah yang kami usahakan, antara lain dengan adanya situs ini. Namun untuk menerima doktrin Sola Scriptura (Alkitab saja) sebagai doktrin yang benar, tentu saja tidak akan pernah bisa kami lakukan, karena itu sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Alkitab itu sendiri. Lagipula, buah dari Sola Scriptura mengakibatkan perpecahan gereja, dengan timbulnya 44.000 macam denominasi gereja Protestan, yang masing-masing mengklaim denominasinya yang paling benar.

Jika Anda memakai prinsip yang diajarkan Kristus, untuk menilai apakah pohon itu baik dari buahnya (Mat 12:33, Luk 6:44) maka Anda akan mengetahui apakah Sola Scriptura itu baik atau tidak.
Silakan Anda membaca kembali Alkitab Anda, maka anda tidak akan menemukan satu ayatpun yang mengatakan bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya sumber pengajaran iman. Yang tertulis malah Rasul Paulus mengingatkan umat agar perpegang tidak saja pada ajaran-ajaran tertulis (seperti Injil dan surat- surat Rasul) namun juga pada pengajaran lisan dari para rasul (yang menjadi Tradisi Suci dalam Gereja Katolik). Rasul Paulus mengatakan, “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2 Tes 2:15). Tentu saja pada saat itu Rasul Paulus tidak menganggap bahwa pengajaran lisan tersebut tidak penting, atau bahkan bertentangan dengan ajaran tertulis dari para Rasul. Selanjutnya Rasul Pauluspun mengajarkan, “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” (1 Tim 3:15). Maka di sini kita ketahui Alkitab sendiri menyatakan bahwa tiang/ tonggak penopang dan dasar kebenaran adalah jemaat/ Gereja, sebab memang oleh Gerejalah Alkitab itu lahir. Dan Gereja yang melahirkan Alkitab itu -yang menetapkan kanon Alkitab pertama kali tahun 382- adalah Gereja Katolik.

Jadi kami rasa tidak tepat kalau Anda mengatakan kami membual dan beromong kosong di sini. Sebab yang kami tuliskan di sini semua ada dasarnya, baik dari Kitab Suci, maupun tulisan Bapa Gereja yang sudah ada sejak abad-abad awal, dan yang diteruskan dengan setia oleh Gereja Katolik. Jika Anda mengatakan bahwa Gereja Katolik mengajarkan omong kosong, itu sama saja Anda mengatakan bahwa ajaran para Bapa Gereja dan para rasul itu juga omong kosong; dan dengan demikian secara tidak langsung Anda menempatkan pemahaman pribadi Anda di atas pengajaran para Rasul. Saya percaya anda tidak bermaksud demikian.

Diposting kembali oleh : Rinnong - Duc in Altum

(Pastor Inno Ngutra, Pr - Ambon)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar