Sabtu, 19 Oktober 2019

*Pernik-Pernik Iman dan Devosi Kepada Santa Perawan Maria (19)*

*Pengantar*

Satu kebenaran hakiki yang harus diakui oleh semua orang Kristen adalah " *MARIA MEMANG BUKAN TUHAN TAPI DIA ADALAH BUNDA TUHAN.* "Alasanya, kita semua percaya bahwa " *YESUS ADALAH TUHAN DAN MARIA ADALAH BUNDA YESUS* ."

*Pertanyaan* :

*Mengapa Bunda Maria disebut sebagai Tabut Perjanjian Baru?*

_Jawaban_ :

Gereja Katolik – berdasarkan prinsip ajaran Kristus, para Rasul dan para Bapa Gereja- mengajarkan agar dalam membaca Kitab Suci, kita membaca kitab Perjanjian Lama dengan terang Perjanjian Baru dan sebaliknya (lih. KGK 129). Kristus mengajarkan demikian saat penampakan-Nya di jalan ke Emaus (lih. Luk 24:13-35), juga Rasul Paulus ketika membandingkan Adam dengan Yesus (lih. Rom 5:12-21), demikian pula Rasul Petrus, ketika membandingkan Baptisan dengan air bah Nabi Nuh (lih.1 Pet 3:20-21). Dengan prinsip yang sama, para Bapa Gereja mengajarkan bahwa Bunda Maria adalah Sang Tabut Perjanjian Baru yang dikuduskan oleh Allah.

Di dalam Kitab Perjanjian Lama, yaitu di Kitab Keluaran bab 25 sampai dengan 31, kita melihat bagaimana ’spesifik-nya’ Allah saat Ia memerintahkan Nabi Musa untuk membangun Kemah suci dan Tabut Perjanjian. Ukurannya, bentuknya, bahannya, warnanya, pakaian imamnya, sampai seniman yang membuat-nya (lih. Kel 31:1-6), semua ditunjuk oleh Tuhan. Hanya imam (Harun dan keturunannya) yang boleh memasuki tempat Maha Kudus itu dan ia pun harus disucikan sebelum mempersembahkan korban di Kemah suci (Kel 40:12-15). Jika ia berdosa, maka ia akan meninggal seketika pada saat ia menjalankan tugasnya di Kemah itu (Im 22:9). Hal ini menunjukkan bagaimana Allah sangat mementingkan kekudusan Tabut suci itu, yang di dalamnya diletakkan roti manna (Kel 25:30), dan dua loh batu kesepuluh sabda perintah Allah (Kel 25:16), dan tongkat imam Harun (Bil 17:10; Ibr 9:4). Betapa lebih istimewanya perhatian Allah pada kekudusan Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, karena di dalamnya terkandung PuteraNya sendiri, Sang Roti Hidup (Yoh 6:35), Sang Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1:14), Sang Imam Besar yang Tertinggi (Ibr 8:1)!

Selanjutnya tipologi Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru, terlihat melalui perbandingan kisah antara saat Raja Daud menjemput Tabut Perjanjian Lama (2 Sam 6:6-7,9,11; 1 Taw 13:9-10), dan kisah Bunda Maria yang sedang mengandung Kristus mengunjungi Elisabet saudaranya (Luk 1:43, 56).

*Dasar Kitab Suci*

Wahyu 11:19- 12:1-2: Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru

Kel 25:30, Kel 25:16, Bil 17:10, Ibr 9:4: Isi Tabut Perjanjian Lama: roti manna, dua loh batu kesepuluh firman perintah Allah, dan tongkat imam Harun.

Luk 1: 35, Yoh 6:35, Yoh 1:14, Ibr 8:1: Isi Tabut Perjanjian Baru (Bunda Maria): Sang Roti Hidup, Sang Firman yang menjadi manusia, Sang Imam Agung yang duduk di sisi kanan tahta Yang Maha Besar di surga.

 _Di-copy-paste_ dari Katolisitas.org dan diposting kembali oleh : *Rinnong - Duc in Altum*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar