*Pernik-Pernik Iman dan Devosi Kepada Santa Perawan Maria (21)*
*Pengantar*
Satu kebenaran hakiki yang harus diakui oleh semua orang Kristen adalah " *MARIA MEMANG BUKAN TUHAN TAPI DIA ADALAH BUNDA TUHAN.* "Alasanya, kita semua percaya bahwa " *YESUS ADALAH TUHAN DAN MARIA ADALAH BUNDA YESUS* ."
*GELAR-GELAR MARIA DALAM LITANI SANTA PERAWAN MARIA*
Oleh: P. William P. Sanders
Dalam Litani Santa Perawan Maria terdapat gelar-gelar Maria yang tidak saya pahami, misalnya Benteng Daud, Rumah Kencana, Tabut Perjanjian, Benteng Gading, Mawar yang Gaib, Bintang Timur, Bintang Samudera. Dapatkah dijelaskan?
~ seorang pembaca di Alexandria
Penjelasan
Kita mendapati gelar-gelar tersebut dalam Litani Santa Perawan Maria (terutama versi Loreto), yang disusun sekitar pertengahan abad ke-16. St. Petrus Kanisius mempopulerkan Litani Santa Perawan pada tahun 1558 saat ia mempublikasikannya guna menggairahkan devosi kepada Bunda Maria sebagai tanggapan atas “Reformasi” Protestan yang menyerang devosi-devosi sejenis. Litani ini merupakan seruan gelar pujian kepada Santa Perawan yang digunakan dalam perayaan-perayaan di Gereja Loreto, Italia sejak abad ketigabelas.
*1) Benteng Daud*
Sebagian besar gelar yang ditanyakan di atas berhubungan dengan nubuat dan perlambang dalam Perjanjian Lama yang menubuatkan peran Bunda Maria dalam misteri keselamatan. Beberapa di antaranya berfokus pada kesucian dan peran keibuannya. Sebagai contoh, “Benteng Daud” berdiri menyolok dan kokoh di puncak tertinggi pegunungan yang mengelilingi Yerusalem. Benteng yang demikian merupakan sarana pertahanan kota. Dengan benteng itu, peringatan akan dapat segera disampaikan apabila musuh datang menyerang. Maria diperbandingkan dengan Benteng Daud karena kesuciannya, karena ia dikenal sebagai yang penuh rahmat dan karena ia dikandung tanpa dosa. Dengan doa-doa dan teladannya, Maria merupakan bagian dari “sarana pertahanan” Tuhan dengan mana Kerajaan Allah akan berdiri tegak tak terkalahkan dan dosa akan senantiasa dikalahkan (bdk Kid 4:4).
*2) Benteng Gading*
Maria disebut “Benteng Gading”. Gelar ini juga digunakan dalam Kidung Agung (Kid 7:4) yang menggambarkan pengantin terkasih. (Ungkapan serupa, “Istana Gading” digunakan dalam Mazmur 45:9, untuk alasan yang sama). Kedua ilustrasi tersebut menubuatkan hubungan perkawinan antara Kristus dan pengantin-Nya, Gereja, seperti disampaikan dalan Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus. Di sini patut kita ingat, seperti diajarkan dalam Vatikan II, bahwa Maria adalah “serupa Gereja”: Ia mengandung dari kuasa Roh Kudus dan melalui dia, Juruselamat kita masuk ke dalam dunia ini. Gereja, “oleh menerima Sabda Allah dengan setia pula - menjadi ibu juga. Dan sambil mencontoh Bunda Tuhannya, Gereja dengan kekuatan Roh Kudus secara perawan mempertahankan imannya, keteguhan harapannya, dan ketulusan cinta kasihnya” (Lumen Gentium no. 64).
... _bersambung_ ...
_Di-copy-paste_ dari Yesaya. www.indocell. dan diposting kembali oleh : *Rinnong - Duc in Altum*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar