Rabu, 02 Oktober 2019

#renungan

*MENDENGARKAN DENGAN HATI*

Kamis 03 Okt 2019

_`Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu` (Neh 8:4b)_


Saat kita dalam posisi sebagai `pembicara` atau orang yang sedang berbicara, tidakkah kita ingin agar lawan bicara kita atau para pendengar kita memberi perhatian pada apa yang kita sampaikan? Kita akan merasa senang jika mereka mendengarkan kita dengan penuh perhatian. Akan tetapi, jika kita berada dalam posisi sebagai `pendengar`, apakah kita juga akan mendengarkan dengan penuh perhatian saat orang lain berbicara? Ataukah, kita hanya asal mendengar saja, seperti istilah yang sering kita dengar, yaitu `masuk telinga kiri, keluar telinga kanan`, sehingga apa yang kita dengar itu `lewat begitu saja`, tidak tertanam dalam hati dan pikiran kita?

Jika kita sering mendengar `asal saja` seperti itu, marilah kita mulai mengubahnya dengan memberi perhatian setiap kali kita berada di posisi sebagai pendengar, terutama pada saat perayaan Ekaristi, di mana Allah berbicara kepada kita melalui sabda-Nya. Mari kita dengarkan sabda-Nya dengan penuh perhatian sehingga sabda Tuhan itu tertanam dalam hati dan pikiran kita.

Jika merasa sulit untuk memberi perhatian, mohonlah Roh Kudus untuk membantu Anda menjadi seorang murid yang setia mendengarkan dengan sepenuh hati. Sebab `hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya, lebih indah daripada emas, bahkan daripada banyak emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah` (Mzm 19:10-11).

Tuhan, jadikanlah aku pendengar dan pelaksana sabdaMu.

*_Sr. M. Vincentia, P.Karm_*

Kamis 03 Okt 2019
Neh 8:1-12; Mzm 19:8-11; Luk 10:1-12

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar