#renungan
*MENJADI RAGI YANG BAIK*
Selasa 29 Okt 2019
_`Dan Ia berkata lagi: `Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya` (Yoh 15:5b)_
Hidup sebagai awam, maupun religius, kita semua dipanggil untuk menjadi ragi yang baik bagi sesama. Ragi itu membawa perubahan yang baik kepada sekitarnya. Bagaimana cara kita menjadi ragi bagi sesama? Dengan memberi teladan yang baik, tindakan-tindakan kasih (dalam perbuatan, budi bahasa, pekerjaan, dll.). Singkat kata, dengan menghadirkan Yesus, kasih-Nya, sukacita-Nya, kerendahan hati-Nya, kebenaran-Nya, kebijaksanaan-Nya, kuasaNya, kerahiman-Nya, kejujuran-Nya, kerajinan-Nya, ..., `semua`-Nya! Mustahil kita menjadi `ragi yang mengkhamir-i` sesama untuk `menjadi serupa dengan Yesus` atau untuk `mengalami Yesus` jika kita sendiri tidak `menjadi serupa dengan Yesus`. Menyedihkan jika kita menyatakan bangga sebagai seorang Katolik, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita meresahkan, menyakiti, menjengkelkan orang lain.
Mari kita berjuang mengubah diri kita dengan bercermin pada Yesus. Sebagai refleksi, Anda bisa menulis beberapa sifat/keutamaan Yesus pada selembar kertas. Lalu, Anda bisa menanya diri, `Apakah saya sudah mempunyai sifat ini? Seberapa jauh? Apa yang menghambat saya untuk meneladan sifat Yesus yang ini? Apa yang bisa saya lakukan untuk lebih baik lagi dalam meneladan sifat Yesus ini?` Tentu saja, sebelumnya jangan lupa memohon Roh Kudus untuk membimbing Anda.
*_Sr. M. Heriberta, P.Karm_*
Selasa 29 Okt 2019
Rm 8:18-25; Mzm 126:1-6; Luk 13:18-21
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar