#renungan
*MENJADI SESAMA BAGI ORANG LAIN*
Senin 07 Okt 2019
_`Jawab orang itu: `Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.` Kata Yesus kepadanya: `Pergilah, dan perbuatlah demikian!` (Luk 10:37)_
Siapa yang tidak tahu tentang perumpamaan orang Samaria yang baik hati? Perumpamaan ini merupakan salah satu perumpamaan Yesus yang dikenal banyak orang. Apa pesan Yesus melalui perumpamaan ini bagi kita saat ini?
Sebelum memberikan perumpamaan ini, Yesus ditanya seorang ahli Taurat perihal bagaimana memperoleh hidup kekal. Yesus membalikkan pertanyaan tersebut dengan apa yang telah tertulis dalam Hukum Taurat, yaitu `Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri` (Luk 10:27). Pertanyaan ahli Taurat itu berikutnya adalah `Siapakah sesamaku manusia?` Mari kita renungkan pertanyaan ini.
Bagi orang Kristiani, jawaban kesimpulan dari ahli Taurat ini menjadi salah satu ajaran penting, yaitu menjadi `sesama` bagi orang lain.
Apa artinya menjadi `sesama` ini? Menjadi `sesama` bagi orang lain adalah menjadi tanda belaskasih Allah bagi orang-orang di sekitar kita. Sebagaimana Allah telah menyatakan belaskasih-Nya kepada semua orang, maka kita pun diminta meneladan Guru kita untuk menyatakan belaskasih Allah kepada siapa saja yang kita jumpai dalam kehidupan kita. Maka, mari kita berlomba-lomba menyatakan belaskasih Allah kepada sesama kita melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan kita.
*_Fr. Kevin de Sanctis, CSE_*
Senin 07 Okt 2019
Pw. Santa Perawan Maria, Ratu Rosario
Yun 1:1-17:2:10; MT Yun 2:2-5.8; Luk 10:25-37
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar