Minggu, 13 Oktober 2019

SABDA KASIH:
Kebaikan adalah Tanda Iman Kita.
Senin, 14 Oktober 2019
Lukas 11:29-32
“Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!”

Apa yang membuat kita terlihat sebagai orang beragama (beriman)? Tidak benar, kalau ada orang yang mengatakan dirinya beragama tetapi perbuatan dan tindak tanduknya jauh dari nilai-nilai keagamaan. Padahal nilai-nilai agama umumnya mengajarkan kebaikan dan kasih. Seharusnya, sebagai orang beragama kita menunjukkan kasih dan kebaikan. Tanda terbesar kita sebagai orang beragama adalah melakukan kasih dan kebaikan serta menunjukkan pertobatan kepada sesama.

Pada bacaan injil hari ini, Tuhan Yesus menjelaskan tentang tanda yang sebenarnya. Nabi Yunus adalah tanda bagi orang-orang Niniwe. Sementara, Tuhan Yesus adalah tanda bagi mereka (kita). Kehadiran Yunus sebagai tanda membawa pertobatan bagi orang-orang Niniwe. Seharusnya, kehadiran Tuhan Yesus juga menghadirkan pertobatan bagi orang-orang yang mendengarkan dan mengikuti-Nya. Sebaliknya hati mereka tertutup dalam melihat dan menyadari kehadiran Tuhan Yesus sebagai tanda terbesar. Menanggapi tanda kehadiran Tuhan dan iman kita kepada Tuhan Yesus, kita mestinya selalu memperbaharui diri agar menjadi orang beriman yang sungguh-sungguh.

Saudara/I, iman kita membahasakan keyakinan kita pada keberadaan Tuhan Yesus. Sebagai respon kita atas iman ini adalah pertobatan kita dari segala dosa dan kesalahan kita. (*saotilayad)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar