Jumat, 18 Oktober 2019

SABDA KASIH:
Kita tidak boleh Menyangkal hidup iman kita!
Sabtu, 19 Oktober 2019
Lukas 12:8-12

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal pula di depan para malaikat Allah.”

Tidak sedikit orang yang menyangkal realitas hidupnya sendiri. Seperti misal, ukuran keuangan sangat pas-pasan, tetapi cara hidup seolah seperti berharta banyak. Ada juga yang bergaya seperti hidup orang beruang banyak, tetapi di balik itu berdiam utang yang menumpuk. Hal seperti ini adalah segelintir penyangkalan pada diri sendiri dan realitas hidup yang sesungguhnya. Dalam konteks hidup beriman, penyangkalan seperti itu hadir dalam aneka rupa. Misalnya saja, kita sudah menerima komuni pertama, tetapi kemudian kita tidak rajin pergi ke gereja. Kita dibaptis sebagai anggota Gereja, tetapi cara hidup kita berseberangan dengan kehidupan menggereja.

Bacaan injil hari ini mengundang kita menjadi saksi Tuhan. Kita menjadi saksi Tuhan saat kita menunjukkan siapa Tuhan kepada sesama. Dengan kata lain, kita menunjukkan wajah Tuhan lewat cara hidup harian kita. Saat orang melihat kita, mereka tidak hanya tahu kalau kita beragama, tetapi kita adalah orang beriman yang menunjukkan nilai-nilai agama dan wajah kasih Tuhan kepada orang lain. Singkatnya, kita tidak boleh menyangkal iman kita dengan cara hidup kita.

Saudara/I, marilah kita mengakui dan mewujudnyatakan kasih Tuhan kepada sesama dalam relasi sosial kita setiap hari. (*saotilayad)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar