Jumat, 22 Nov 2019
Pw. St. Sicilia
1Mak. 4:36-37,52-59; MT 1Taw. 29:10,11abc,11d-a2a,12bcd; Luk. 19:45-48
Rumah-Ku adalah rumah doa.
Kedua bacaan hari ini, baik Bacaan I maupun Injil, berbicara tentang penyucian Bait Allah. Bait Allah memang tempat yang kudus karena dibuat untuk secara khusus sebagai tempat kehadiran Allah (dilambangkan dengan Tabut Perjanjian). Namun, oleh karena ulah manusia (Bac I: penyembahan berhala; Injil: tempat berdagang atau tempat mencari untung), kesucian Bait Allah menjadi ternoda. Dalam konteks sekarang, Bait Allah itu dapat kita maknai sebagai gereja, tempat kita beribadah. Melalui bacaan-bacaan hari ini, kita diajak untuk lebih bersungguh-sungguh menjaga kesakralan di gereja, Akhir-akhir ini, tampaknya suasana sakral di gereja sudah semakin berkurang karena banyak di antara kita yang kurang bisa menghayati keheningan baik sebelum maupun sesudah misa. Bahkan, pada saat misa masih berlangsung, tidak jarang ada yang ngobrol atau asyik dengan gawainya. Maka, tindakan Yesus yang menyucikan Bait Allah ini sekaligus juga merupakan undangan bagi kita untuk menjaga kesakralan Gereja kita, salah satunya dengan menjaga keheningan.
Selain gereja, Bait Allah itu juga tubuh/diri kita masing-masing. St. Paulus menegaskan. "Kamu adalah bait Tuhan dan bahwa Roh Tuhan diam di dalam kamu” (1Kor 3,16). Di tempat lain, Yesus pun juga berbicara tentang Bait Allah sebagai diri-Nya sendiri (Yoh 2,21) dan kita semua adalah tubuh Kristus. Oleh karena itu, bersama Yesus yang membersihkan Bait Allah Yerusalem, marilah kita juga membersihkan diri kita, tubuh kita, hati dan pikiran kita dari segala hal negatif: prasangka dan penilaian buruk terhadap orang lain; kebencian, iri hati dan dendam; kecenderungan untuk selalu menyalahkan orang lain dan keadaan; dan sebagainya. Sejalan dengan itu, kita jadikan diri kita, tubuh, hati dan pikiran kita ini sebagai rumah doa, tempat Tuhan berkenan hadir dan tinggal untuk berjumpa dan menyertai kita sepanjang hidup kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar