Kamis, 7 Nov 2019
Pekan Biasa XXXI
Rm. 14:7-12; Mzm. 27:1,4,13-14; Luk. 15:1-10.
Kita tentunya tidak ingin kehilangan sesuatu yang kita sayangi. Kalau sampai terjadi, kita akan berusaha mencarinya sampai ketemu. Disertai doa. Kalau sudah ketemu, kita bersukacita dan bersyukur.
Tuhan pun tidak mau kehilangan kita, yang amat disanyangi-Nya. Kita adalah milik kesayangannya (bac I). Kalau kita menghilang, tersesat, bersembunyi, maka Ia mencari sampai ketemu. Memang, Ia juga merasa jengkel dan marah tetapi kalau kita mau ditemukan dan mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan bergembira, melebihi kegembiraan seorang gembala yang menemukan dombanya yang tersesat. Meski Tuhan mencari, namun dari pihak kita juga perlu berusaha untuk kembali. Kita bukanlah dirham yang merupakan benda mati. Kita juga bukan domba yang hanya mengandalkan instink. Namun, kita adalah manusia yang dianugerahi akal budi, kesadaran dan kehendak. Dirham, ketika hilang atau jatuh akan tetap tinggal di tempat sehingga mudah ditemukan. Domba, ketika tersesat akan mengembik, sehingga juga mudah ditemukan. Manusia diberi kebebasan: mau kembali kepada Tuhan (seperti anak bungsu) atau justru makin bersembuyi dan menjauh. Kita memang berdosa, tetapi Tuhan tetap mengasihi kita dan menerima kita dengan tangan serta hati yang terbuka. Semoga, setiap hari kita gunakan sebagai kesempatan untuk semakin tekun datang kepada Tuhan dan mendengarkan Dia agar hidup kita diterangi oleh sabda-Nya dan kita pun mampu memancarkan terang-Nya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar