Selasa, 05 November 2019

Rabu, 6 Nov 2019
Pekan Biasa XXXI
Rm. 13:8-10; Mzm. 112:1-2,4-5,9; Luk. 14:25-33.

Bagaimana kita bisa memahami dengan baik sabda Tuhan hari ini? Apa maksudnya kita mesti membenci anggota keluarga kita untuk bisa menjadi murid-Nya? Bukankan menghormati orangtua merupakan salah satu dari Sepuluh Perintah Allah; dan Yesus sendiri juga mengajarkan bahwa kita mesti mengasihi dan menghormati orangtua? (Luk 1,20). Konteks hidup berkeluarga dan bermasyarakat pada zaman Yesus berikut ini kiranya dapat membantu kita untuk memangkap pesan Yesus ini. Pada waktu itu, ikatan keluarga sangatlah kuat. Bahkan, banyak keluarga yang sangat tertutup, tidak mau membuka diri pada tetangga, tidak mau srawung dan tidak peduli pada kehidupan berkomunitas serta bermasyarakat. Cara hidup semacam inilah yang oleh Yesus hendak dibongkar diperbaiki. Memang, Ia menggunakan kata-kata yang ekstrim karena situasi masyarakat yang Ia hadapi juga esktrim tertutup. Situasi yang terjadi pada zaman Yesus ini, seringkali juga kita jumpai dalam masyarakat kita. Ada beberapa keluarga, termasuk keluarga katolik, namun semoga bukan keluarga kita, yang begitu tertutup dan tidak mau srawung, tidak peduli dan tidak pernah mau terlibat dalam kehidupan bermasyarakat dan di lingkungan. Keluarga dan orang-orang yang demikian tidak layak menjadi murid Kristus. Ia menghendaki, agar siapa pun yang menjadi murid-Nya, mau srawung dan membuka diri pada sesama, pada tetangga, pada hidup bersama dalam komunitas dan masyarakat.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar