#renungan
*BUAH DARI RASA SYUKUR*
Rabu 13 Nop 2019
_`Lalu Yesus berkata: `Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain daripada orang asing ini?.` (Luk 17:17-18)_
St. Paulus mengatakan, `Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu` (1Tes 5:18). Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus hanya seorang yang bersyukur serta memuliakan Allah. Mungkin, kita pun sering melakukan hal yang sama, yaitu tidak bersyukur, sekalipun hidup kita dipenuhi mukjizat dan rahmat-Nya setiap saat. Kita sering berseru memohon pertolongan kepada Tuhan dalam segala kesulitan kita. Saat-saat menghadapi ujian sekolah biasanya patung Bunda Maria penuh dengan lilin. Bila situasi sulit dan sangat mendesak dihadapi, maka segala cara memohon ditempuh. Tidak jarang orang menjanjikan sesuatu kepada Tuhan, dengan harapan agar Tuhan segera mengabulkan permohonannya. Namun, setelah semua terkabul, rasa syukur pun kita lupakan dan janji-janji yang kita ucapkan berlalu begitu saja.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal, karena anugerah dan rahmat yang Tuhan berikan kepada kita sungguh besar. Bersyukur merupakan tanda orang beriman dan akan semakin menyadarkan kita akan kebesaran dan kebaikan Tuhan serta kekecilan kita dan bahwa tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Maka, kita pun didorong untuk rendah hati, antara lain untuk melihat bahwa `keberhasilan-keberhasilan` kita bukanlah hasil usaha kita semata-mata.
*_Sr. Jeanne, P.Karm_*
Rabu 13 Nop 2019
Pfak B. Maria Teresia Scrilli (O.Carm)
Keb 6:1-11; Mzm 82:3-4.6-7; Luk 17:11-19
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar