Kamis, 07 November 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat ,_  *08 November 2019*

Rm 25:14-21
Mzm 98:1-4
Luk 16:1-8

*JANGAN TERLENA*

_Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang. ---- Luk 16:8b_

Lama saya duduk termenung mencari inspirasi untuk tulisan hari ini. Tiba-tiba saya membuka HP dan melihat tulisan renungan hidup dari almarhum BJ Habibie.

Sebelum wafatnya, masih sempat mengungkapkan penyesalan hatinya karena berpidato di Kairo. Ia merasa kesepian dan sedih karena istrinya sudah meninggal lebih dulu. Dulu Ia begitu pandai hingga dapat membuat pesawat terbang. Namun di hari tuanya ia merasa hampa. Tangan mengigit lemah. Punya anak, semua pergi jauh. Pilu mendesak di hatinya. Saat kematian terasa kian dekat. Ia mengatakan hanya menunggu yang tak pasti. Ada satu penyesalan dalam hidupnya, apa amal kebaikan dibawa ke akhirat nanti?

Terkadang anak Terang memang tidak lebih cerdik daripada anak dunia. Anak dunia sibuk dengan setiap persiapan untuk masa depan. Mereka melakukan investasi secara cerdas agar tujuan dan mimpi mereka bisa terwujud. Berbeda dengan anak Terang. Mereka tahu tujuan mereka ke mana dan apa yang Allah mereka inginkan. Namun anak Terang lebih memperhatikan tujuan yang sementara dan tidak jelas jauh melebihi apa tujuan mereka yang kekal.

Itulah sebabnya anak Terang diharapkan jangan hanya menjadi tulus dalam segala kebaikan dan kebenaran, tetapi juga perlu cerdik untuk hidup di dunia ini bersama anak dunia. Anak Terang harus waspada akan tipu muslihat dunia dan anak dunia ini agar tidak sesat dan hilang arah. (Ld)

_Apakah saya sudah lulus dan cerdik seperti anak-anak Terang?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar