Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *21 November 2019*
*SP Maria Dipersembahkan kepada Allah*
1Mak 2:15-29
Mzm 50:1-2,5-6,14-15
Luk 19:41-44
*PEDULI ATAU PEDULI BANGET?*
_Wahai Yerusalem, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu. -- Luk 19:42_
Alkisah seekor tikus melihat banyak jebakan tikus diletakkan di sebuah perkebunan. Tikus menceritakan kepada sahabatnya, ayam dan sapi. Mereka berkata, "Ah, itu kan jebakan buat kaummu, tidak ada pengaruhnya terhadap kami." Suatu hari seekor ular tertangkap jebakan itu. Ular begitu marah sehingga sempat melukai istri pemilik perkebunan yang kebetulan sedang berada di sana. Untuk kesembuhan istrinya, pemilik kebun menyuruh memotong ayam dan membuat sup bagi istrinya. Karena banyak tamu yang hadir untuk mendoakan, maka untuk menjamu para tamu, pemilik kebunpun memerintahkan memotong sapi sebagai sajian. Pada akhirnya, hanya tikus yang hidup.
Menurut Anda, jika Yesus hadir secara fisik seperti dulu, apa yang akan dikatakan-Nya saat melihat Indonesia? Di satu sisi, banyak pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Namun disisi lain, ada banyak hal yang mengganggu, seperti pertikaian di Papua, hujat terhadap agama lain, sekolah-sekolah yang terpaksa diliburkan akibat asap.
Yesus pasti sangat sedih melihat hal-hal yang tidak baik terjadi di negara kita. Seandainya setiap orang memiliki kebijaksanaan dan hati yang peduli terhadap lingkungan dan sesama, niscaya hal-hal negatif dapat dihindari.
Mungkin, lingkungan kita aman dan keluarga kita sehat. Namun, kita tidak dapat menutup mata atas ketidakberesan yang terjadi di negara kita. Kita harus peduli. Dalam doa harian kita, mari kita panjatkan doa bagi negara kita. Sikap peduli kita memberikan sumbangan yang berarti bagi perdamaian negara kita. (Yo)
_Apa yang sudah saya lakukan sebagai umat beriman bagi kesejahteraan negara?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar