Jumat, 08 November 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *09 November 2019*

*Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran*

Yeh 47:1-2,8-9,12 atau
1Kor 3:9b-11,16-17
Mzm 46:2-3,5-6,8-9
Yoh 2:13-22

*SULIT DICERNA LOGIKA*

_Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?  -- Yoh 2:20_

Tentu sulit untuk mempercayai sesuatu yang belum terlihat buktinya. Apa yang dialami Yesus dan para murid pasti membawa pertentangan besar pada masa itu. Banyak hal yang diungkap Yesus dan para murid mengenai Kerajaan Allah belum banyak tercacat karena belum terlihat jelas seperti sekarang.

Mungkin hal itu juga terjadi atas bangsa Indonesia sebelum 1945. Jika menilik dan melihat kembali sejarah dan film dokumenter, banyak perlawanan bangsa Indonesia yang kalah secara persenjataan, pengalaman strategi, dan teknik berperang. Oleh karena itu, bangsa kita lebih banyak berperang secara gerilya dan tidak berhadapan langsung dengan pihak lawan.

Melihat hal itu, sang Proklamator kita yang juga seorang visioner melihat perlunya suatu terobosan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan perang fisik, karena begitu banyaknya korban. Bangsa Indonesia harus menyatakan kemerdekaannya dan harus diakui oleh dunia internasional.

Lamanya penjajahan yang kita alami membuat bangsa kita cukup terbelakang. Hal ini membuat bangsa kita sulit mencerna visi Soekarno. Tidak terpikirkan soal kemerdekaan. Dan, untuk apa merdeka? Namun pada akhirnya, kita semua dapat menikmati hidup merdeka sampai sekarang ini.

Hal yang sama atas hidup kita. Mungkin apa yang terjadi dalam hidup kita, sulit dicari jalan keluarnya. Tetapi dalam dua kisah di atas, jelas bahwa iman yang teguh dapat mengalahkan semua rintangan yang tidak terlihat sekalipun. (Md)

_Apakah saya memiliki iman yang teguh akan hari depan yang penuh harapan?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar