Jumat, 15 November 2019

Sabtu, 16 Nopember 2019

*BERDOA TANPA JEMU*

*BACAAN*
*Keb 18:14-16; 19:6-9* – “Jalan tanpa rintangan muncul di Laut Merah, dan rakyat melonjak-lonjak bagaikan anak domba”
*Luk 18:1-8* – “Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?”

*RENUNGAN*
1.”Mereka harus berdoa tanpa jemu-jemu.” Tema doa menjadi unsur akrab bagi Lukas. Pertama, tentang doa Bapa Kami (Luk 11:1-13). Hari ini Yesus mengajarkan bagaimana kita harus terus menerus mendesak dalam berdoa. Anjuran untuk berdoa tanpa jemu-jemu muncul banyak kali dalam PB (1Tes 5:17; Rom 12:12; Eph 6:18; dll). Doa tanpa jemu-jemu merupakan ciri khas spiritualitas jemaat Kristen awal.

2. Dalam Injil hari ini, Allah dibandingkan dengan hakim yang jahat. Kalau hakim yang jahat saja mau membela  janda yang terus-menerus meminta, apalagi Allah yang benar akan bersedia membela orang-orang kesayangan-Nya yang selalu memohon pertolongan-Nya. Walaupun kita sering mengalami bahwa Allah “suka” mengulur-ulur waktu, namun sudah pasti bahwa Ia segera akan datang menyelamatkan kita dalam krisis terakhir.

 3.Kita mesti menarik hikmat dari ketekunan si janda. Kalau si janda yang lemah itu terus meminta dan akhirnya mendapat pertolongan dari hakim yang jahat, maka hendaknya kita juga selalu berdoa tanpa jemu-jemu memohon pembelaan dari Allah. Doa itu bukan sarana untuk mengubah sikap hati sang Hakim terhadap kita, tetapi sarana untuk mengungkapkan dan memelihara iman kita kepada Allah dan Anak Manusia (ayat 8b). Iman yang bernapas dalam doa itu merupakan syarat yang menentukan untuk memperoleh keselamatan yang final itu. Doa yang tekun tidak hanya perlu untuk mendapat rezeki hari ini dan setiap hari (Luk 11:3), tetapi terutama untuk menumbuhkan iman kita akan Allah yang membela, membebaskan, membenarkan, dan menyelamatkan kita, “sekarang dan pada waktu kami mati.” Apakah berdoa menjadi prioritas dalam hidupku?
🇮🇩MaSRI🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar