Selasa, 19 November 2019
Pekan Biasa XXXIII
2Mak. 6:18-31; Mzm. 3:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10
Satu kata kerja yang paling banyak muncul dalam Injil hari ini adalah "melihat". Zakheus ingin melihat Yesus tapi mengalami kesulitan (ay.3). Namun, setelah ia mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara, ia berhasil melihat Yesus (ay.4). Pas Yesus lewat di bawahnya, Yesus pun juga melihat Zakheus (ay.5). Maka, jadilah Yesus dan Zakehus saling melihat dan bercakap-cakap (ay.5). Lalu apa yang terjadi antara Yesus dan Zakheus itu, ternyata juga dilihat oleh orang banyak yang ada di situ (ay.7). Semua orang itu melihat Yesus yang melihat Zakheus dan melihat Zakheus yang melihat Yesus.
Karena tokoh utama dalam kisah ini adalah Zakheus, baiklah kita jadikan dia sebagai pusat permenungan kita. Masih dalam kaitannya dengan kata kerja "melihat". Zakehus, sebagai tokoh utama, dilihat baik oleh Yesus maupun oleh orang banyak. Namun, cara melihat Yesus dan orang banyak itu sangat berbeda. Yesus melihat Zakehus sebagai anak Abraham yang harus diselamatkan (ay.9), sedangkan orang banyak melihat Zakehus sebagai orang berdosa yang tidak layak untuk didatangai tetapi harus dikucilkan, dihindari, dijauhi (ay.7).
Kita masing-masing punya anggota keluarga atau anggota komunitas, punya tetangga, punya rekan kerja, dll. Masing-masing khas dan unik, punya kelebihan dan kekurangan. Bagaimana cara kita melihat mereka? Seperti Yesus atau seperti orang banyak?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar