Kamis, 19 Desember 2019

Jumat, 20 Desember 2019
Pekan Khusus Adven
Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 1:26-38

"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Hari-hari perayaan Natal semakin mendekat. Kita diajak untuk belajar dari Bunda Maria, bagaimana mempersiapkan diri menyambut kehadiran Yesus. Sebagai seorang perawan yang sedang bertunangan (belum menikah), tentunya ia menerima warta gembira bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Yesus dengan perasaan takut, cemas dan bertanya-tanya kurang mengerti. Hal ini sangat wajar, mengingat bahwa seorang perawan yang belum bersuami tetapi mengandung bukan melalui hubungan seksual, tidak hanya merupakan masalah yang sulit diterima oleh akal sehat tetapi secara moral dan hukum juga tidak bisa diterima oleh masyarakat. Namun, Maria dapat mengalahkan semua perasaan tersebut dengan imannya sehingga ia menerima sepenuhnya tugas perutusan untuk mengandung dan melahirkan serta mengasuh Yesus, Sang Juruselamat dunia. Pada zaman sekarang, kita pun mengalami hal yang hampir sama dengan Maria. Tugas perutusan kita untuk "mengandung" Yesus dalam hati kita dan untuk "melahirkan" Dia melalui kesaksian hidup kita sehari-hari, bukan tanpa risiko. Untuk menerima Yesus dan menjadi saksi-Nya, kita harus siap menerima segala macam konsekuensi dan risiko yang ada, termasuk dikucilkan, dibenci, dicaci, dilarang ini dan itu, dll. Semoga, sikap iman Maria yang berani mengambil risiko tersebut, senantiasa menguatkan iman kita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar