Kamis, 12 Desember 2019
Pw. St. Yohanes dr Salib
Yes. 41:13-20; Mzm. 145:9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15
Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Di satu sisi, Ia mengatakan "di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis", namun di sisi lain Ia juga mengatakan "yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya" (Mat 11,11). Bagaimana kita memahami paradoks ini? Dibandingkan dengan para tokoh dan nabi Perjanjian Lama, Yohaneslah yang paling besar. Ia lebih besar daripada Musa, Abraham, Yeremia, Yesaya, dan lain-lain. Ia lebih besar dari mereka karena oleh Tuhan Allah diutus secara langsung untuk menyiapkan jalan bagi Sang Mesias. Namun, ia tampak memiliki keraguan. Ia masih ragu-ragu apakah Yesus itu sungguh-sungguh Mesias yang ia siapkan kedatangannya. Keraguan ini tampak dalam apa yang dibuat dengan mengutus beberapa muridnya untuk datang kepada Yesus dan bertanya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (Mat 11,3). Keraguan Yohanes ini tampaknya lahir dari pemahamannya yang kurang tepat tentang Mesias itu sendiri. Ia berkayakinan, dan itulah yang diwartakannya, bahwa Mesias akan datang sebagai hakim yang akan menghakimi dan menghukum dengan penuh kemurkaan (Mat 3,7), yang akan merombak sampai ke akar-akarnya (Mat 3,10), yang akan membersihkan dan membinasakan dengan api tak terpadamkan (Mat 3,12). Semua kriteria ini nyatanya sangat jauh dari Yesus. Ia tidak tampil sebagai hakim yang menghukum tetapi sebagai sahabat bagi semua, Ia menerima dan makan bersama orang-orang berdosa (Mat 9,9-13), Ia menyembuhkan mereka yang sakit, mengampuni orang-orang berdosa, dan membebaskan mereka dari kuasa roh jahat. Ia juga tampat sebagai guru yang lemah lembut dan rendah hati (Mat 11,19).
Dari jawaban yang diberikan, Yesus dengan tegas meminta agar Yohanes membaca Kitab Suci dengan seksama dan memahaminya dengan benar. Ia mengutip Kitab Yesaya: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik" (Mat 11,4-5).
Mungkin, inilah yang membuat Yesus mengatakan bahwa Yohanes adalah yang terkecil dari semua yang ada dalam Kerajaan Sorga: karena ia masih memiliki pandangan yang kurang tepat tentang Mesias dan dengan demikian juga ragu-ragu bahwa Yesus adalah Mesias.
Oleh karena itu, Yesus mengakhiri kata-katanya tentang menegaskan "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar" (Mat 11,15). Ajakan yang sama dengan yang disampaikan kepada murid-murid Yohanes yang datang kepadanya "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat". Penegasan ini, kiranya juga diberikan kepada kita: berdasarkan apa yang kita lihat dan kita dengar, kita percaya sepenuhnya bahwa Yesus adalah Mesias. Bukan Mesias yang menghukum, tetapi Mesias yang hadir sebagai seorang sahabat dan yang menjadikan kita semua sebagai sahabat-sahabat-Nya (Yoh 15,15). Di masa Adven ini, marilah kita bersikap sebagai orang yang sedang menantikan kehadiran sabahat kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar