Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 25 Desember 2019
Bacaan: Amsal 20:3 "Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak."
Renungan:
Seorang ibu memiliki 4 orang anak laki-laki yang masih kecil. Ia selalu emosi jika karpet di rumahnya terlihat kotor. Kemudian berkonsultasi dengan seorang psikolog. Setelah mendengar cerita dan permasalahan ibu tersebut, psikolog tersebut berkata, "Sekarang tutuplah mata ibu dan bayangkan rumah ibu yang rapi dan karpet yang bersih tanpa ada kotoran di atasnya. Apa yang ibu rasakan?" Seketika wajah si ibu terlihat senang dan ia tersenyum. "Kalau semua terlihat bersih, itu berarti tidak ada suami, tidak ada anak-anak, tidak ada canda dan rumah ibu sepi," lanjut psikolog tersebut. Saat itu wajah si ibu langsung berubah sedih membayangkan ketidakhadiran suami dan anak-anaknya. "Sekarang tutup mata lagi, bayangkan karpet yang kotor dengan bekas sepatu dan kotoran makanan ada di sana. Artinya bahwa suami dan anak-anak yang ibu kasihi ada di rumah menenami ibu," kata psikolog. Wajah si ibu mulai berseri dan ia tersenyum. Kemudian psikolog itu bertanya, "Sekarang apakah ibu masih memersalahkan karpet yang kotor itu?" Sambil tersenyum dan menggelengkan kepala ia berkata, "Tidak."
Suatu kejadian bisa kita tanggapi secara negatif atau positif. Jika ada anak-anak yang selalu berisik, bersukurlah karena Tuhan mengaruniakan anak-anak yang sehat dan aktif. Ketika mendengar suara dengkuran suami, bersyukurlah karena suami anda tidur di samping anda dan bukan di tempat lain. Bersyukurlah untuk teman yang menegur kesalahan anda, itu berarti anda memiliki teman yang peduli. Bersyukur untuk bos yang tidak puas atas pekerjaan anda, itu artinya ada orang yang mau mendorong anda menjadi orang yang lebih berkualitas. Bersyukur untuk menu yang tidak cocok dengan selera, itu artinya masih ada makanan yang bisa dimakan.
Ketika kita belajar memandang segala sesuatu secara positif, maka kita akan mampu bersyukur. Selama kita hidup di dunia, kita tidak dapat mengelak terhadap kejadian-kejadian negatif yang tidak menyenangkan, tapi kita dapat mengubah cara pandang kita. Selamat Natal. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, lahirlah juga di hatiku agar aku mampu bersyukur atas setiap berkat dan masalah yang terjadi dalam hidupku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar