Selasa, 17 Desember 2019

Rabu, 18 Des 2019
Pekan Khusus Adven
Yer. 23:5-8; Mzm. 72:2,12-13,18-19; Mat. 1:18-24.

Salah satu perbedaan yang tampak dalam kisah masa kanak-kanak Yesus menurut Lukas dan Mateus adalah peran Maria dan Yusup. Lukas lebih menekankan peran Maria (Luk 1-2), sementara Lukas lebih menekankan peran Yusuf (Mat 1-2). Melalui Yusup, tampak lebih jelas garis keturunan Yesus dari Raja Daud sehingga lebih jelas pula ditampilkan bahwa Yesus atas kepenuhan janji Allah pada Daud. Sebagaimana tampak dalam Injil kemarin, kisah hidup keempat wanita Perjanjian Lama yang ditampilkan dalam Silsilan Yesus tidak sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku. Demikian juga Maria, sebagai satu-satunya wanita yang ditampilkan dalam Perjanjian Baru. Ia mengandung sebelum resmi menikah dengan Yusup dan bayi yang dikandungnya bukan hasil hubungan dengan Yusup. Aturan yang berlaku pada waktu itu itu amat jelas, Yusup harus mencemarkan nama Maria di depan umum karena telah mengkhianatinya, dengan konsekuensi Maria akan dijatuhi hukuman rajam. Inilah ukuran kebenaran umum yang berlaku. Namun, Yusup, bukanlah sekedar orang yang benar tetapi juga orang yang tulus hati. Ia tidak mau mencemarkan Maria. Dengan demikian, Yusup telah menggenapi apa yang kelak akan disampaikan oleh Yesus: "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga" (Mat 5,20). Yusup adalah orang benar, dan kebenarannya melampaui kebenaran umum dan aturan yang berlaku, karena ia tidak hanya orang benar tetapi juga orang yang tulus hati.
Untuk menyambut Kristus, kita pun diundang memiliki hati dan sikap seperti Yusup. Oleh karena itu, marilah kita mohon rahmat agar kita pun dimampukan menjadi orang yang benar dan tulus hati.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar