Sabtu, 21 Desember 2019

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Minggu,_ *22 Desember 2019*

*Hari Minggu Adven IV*

Yes 7:10-14
Mzm 24:1-6
Rm 1:1-7
Mat 1:18-24

*PERGUMULAN 2 BABAK*

_....sesudah bangun dari tidurnya Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan melalui Tuhan itu kepadanya.  -- Mat 1:24_


Yusuf adalah seorang yang taat. Ketaatannya mengalahkan logikanya.

Namun yang menarik adalah Yusuf memutuskan untuk taat sekalipun dalam benaknya pasti berkecamuk pertanyaan dan ketidakpercayaan. Pergumulan yang tidaklah ringan, terutama menaklukkan pemikiran dan logika kita di bawah Firman Tuhan yang saat itu mungkin belum umum terjadi. Tetapi pergumulan yang dialami Yusuf belumlah selesai. Walaupun sudah memutuskan untuk taat, tetap saja ada pikiran dan perasaan yang terus menggoda dan berusaha menggoyang keputusannya.

Ketaatan akan Firman Tuhan membutuhkan pergumulan yang tidak sedikit. Namun hal ini tetap menjadi panggilan kita sebagai murid-murid Tuhan. Saya pribadi menyebutnya pergumulan dua babak. Babak pertama adalah bergumul untuk taat. Ini merupakan titik penting dalam keputusan kita mengikuti Tuhan. Babak kedua adalah tetap setia dalam ketaatan yang telah kita buat. Pergumulan kedua ini jauh lebih berat dibandingkan yang pertama, karena apa yang kita alami terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan di awal.

Namun yakinlah, seluruh proses pergumulan ketaatan kita akan menjadikan kita pribadi yang jauh lebih baik. Tidak ada kenaikan kelas tanpa belajar dan ujian. Tetap melekat kepada-Nya melalui doa pribadi dan membaca firman-Nya, karena itulah yang memberi kita kekuatan untuk terus setia dalam pergumulan yang kita alami. (Al)

_Hidup dalam Tuhan bagai permainan ular tangga._
_Ketaatan adalah tangga yang mempercepat kita sampai pada tujuan._

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar