Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *11 Desember 2019*
Yes 40:25-31
Mzm 103:1-4,8-10
Mat 11:28-30
*SESUAI UKURAN*
_Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. -- Mat 11:29_
Kuk adalah palang kayu dengan jepitan vertikal yang memisahkan kedua binatang penarik sehingga dapat menarik beban berat bersama-sama. Kuk, di dalam Alkitab dipakai untuk menggambarkan kesukaran hidup sebuah bangsa atau ketaatan paksa (Yeremia 27).
Bagi kita saat ini, kuk melambangkan ketaatan dan tunduk kepada perintah Allah, dengan terus berusaha meninggalkan kesenangan daging dan tidak menyerah ketika sedang berada dalam kesesakan. Bertanggung jawab atas bagian kita dan menyatakan dengan tindakan, sehingga orang yang melihat sikap kita merasa terberkati dan terinspirasi oleh sikap positif kita.
Setiap manusia tentu memiliki kuknya masing-masing. Tak ada satupun orang memiliki kuk yang lebih berat atau lebih ringan dari yang lainnya, karena kuk yang diberikan sesuai dengan ukuran kekuatan masing-masing, dengan demikian harusnya setiap orang dapat menanggungnya.
Kesetiaan tidak menanggalkan kuk dan terus mencari kekuatan dari Tuhan akan mendatangkan sukacita dan kelegaan. Pada kesudahannya, akan membawa kita masuk dalam situasi dan kondisi berbahagia sebagai pemenang. (In)
_Hal apa yang saat ini menjadi kuk bagi saya?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar