Selasa, 10 Des 2019
Pekan Adven II
Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14.
Kemarin kita merenungkan tentang iman yang berarti datang kepada Tuhan dan berjumpa dengan-Nya, bukan hanya seorang diri tetapi juga membawa orang lain untuk dapat berjumpa dengan Tuhan dan menerima rahmat-Nya. Singkatnya, iman berarti aktif mencari, datang, dan berjumpa dengan Tuhan. Ketika ada hal yang menghalangi, keaktifan iman itu justru semakin dibutuhkan, seperti halnya orang-orang yang harus membuka atap rumah agar mereka dan si lumpuh yang digotongnya bisa berjumpa dengan Tuhan.
Hari ini, yang terjadi sebaliknya. Tuhanlah yang mencari kita, manakala kita menghilang, tersesat, dan tidak datang kepada-Nya. Tuhan tidak ingin kita tersesat, bahkan sampai hilang. Maka, Ia juga aktif mencari kita dan akan bersukacita manakala menemukan kita. Tuhan itu seperti orangtua yang mencari anaknya ketika sudah sora, saatnya mandi dan makan lalu belajar, tapi belum pulang karena asyik bermain dengan teman-temannya.
Demikianlah dinamika relasi kita dengan Tuhan. Ada kalanya, kita yang aktif datang kepada Tuhan. Ada kalanya, Tuhan yang aktif mencari kita. Kira-kira, prosentasenya lebih banyak mana ya? Semoga lebih banyak yang pertama: kita aktif datang kepada Tuhan.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar