Senin, 9 Desember 2019
Senin Pekan Adven II
Yes 35:1-10; Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14; Luk 5:17-26.
Di beberapa Keuskupan, hari ini dirayakan Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Dosa, pindahan dari kemarin karena 8 Desember bertepatan dengan Minggu Adven II. Namun, karena di Keuskupan Agung Semarang perayaan diajukan tanggal 7 Desember dan di Roma dirayakan tepat tanggal 8 Desember (kemarin), maka renungan hari ini saya ambil dari Senin Pekan Adven II. Bacaan Injil berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan banyak orang sakit, salah satunya adalah seorang lumpuh yang digotong beberapa orang dan dapat sampai di hadapan Yesus dengan membuka atap rumah. Apa yang mereka buat, yakni datang kepada Yesus sambil membawa orang lumpuh, dan ketika terhalang oleh orang banyak mereka tetap berusaha untuk sampai kepada Yesus dengan cara membuka atap, oleh Yesus dilihat sebagai tindakan imam. "Yesus melihat iman mereka" (ay.20). Bukan hanya iman si lumpuh yang percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan, tetapi juga iman mereka yang menggotongnya. Iman memang bukan sekedar percaya dan berseru atau berdoa, tetapi juga berbuat seperti yang dikehendaki Tuhan. Iman bukan sekedar menghadap Tuhan dan berjumpa dengan-Nya dalam doa, tetapi juga membawa orang lain yang kesulitan untuk datang kepada-Nya (lumpuh). Dengan kata lain, iman kita mesti menghantar orang lain untuk juga berjumpa dengan Tuhan sehingga menerima pengampunan, penyembuhan dan rahmat-rahmat yang lain. Sambil menghantar orang lain, tentu kita sendiri juga berjumpa dengan-Nya dan menerima hal yang sama: pengampunan, penyembuhan dan rahmat-rahmat yang lai. Seperti yang dikisahkan dalam Injil ini, kita tidak hanya "berhenti di depan pintu" tetapi ikut masuk dan berjumpa dengan Tuhan. Bahkan, ketika ada hambatan, kita tidak putus asa dan balik arah, tetapi berusaha sampai sungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan.
Semoga, penghayatan iman yang demikian menjadi salah satu penghayatan pertobatan kita di masa Adven ini.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar