Swara Bersahabat
“Aku Menganggapmu Sahabatku (Mat 8:5-11)”.
Harus diakui bahwa penilaian dan anggapan itu seringkali tanpa kita sadari mempengaruhi bagaimana kita berelasi dengan orang lain. Dengan hati-hati dan bijaksana, kita bisa berelasi dengan semakin baik.
Kita seringkali mengambil sikap jadi “pembela” atau “si cuek” atau “penyerang” yang dipengaruhi bahkan ditentukan oleh bagaimana penilaian kita terhadap orang yang ada dan hadir dalam perjumpaan pengalaman kita.
Kita bisa menjadi “pembela” yang hebat atau si “cuek” yang hebat atau si “penyerang” yang hebat juga di pengaruhi oleh bagaikana kita tersentuh hatinya dalam perjumpaan dengannya
Memang kita punya kebebasan akal budi untuk memilih sikap. Bisa saja perjumpaan yang berbeda membuat orang juga menilai bagaimana dan bersikap bagaimana.
Butuh perjuangan dan kerelaan untuk tetap menganggap baik dan berelasi dengan baik meskipun mungkin sudah merasa tersakiti. Kamu sahabatku. Kamu saudaraku. Aku menganggapmu saudara, sahabat.
Saya terbuka jika di kemudian hari ternyata ada pengalaman buruk, namun aku tetap menganggap kamu sahabat, saudaraku.
Berkah Dalem|flohartantapr|dikameaGukung|02122019|
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar