Rabu, 15 Januari 2020

Kamis, 16 Januari 2020
PEKAN BIASA 1 (H)
Sta. Priscilla; St. Marcellus I; St. Honoratus; St. Berardus

Bacaan I      : 1Sam. 4:1-11
Mazmur       : 44:10-11. 14-15. 24-25; R:27b
Bacaan Injil : Mrk. 1:40-45

Seorang yang sakit kusta datang kepadaYesus, dan sambil berlutut dihadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya:" Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitakan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk kedalam kota. Ia tinggal diluar ditempat-tempat yang sepi, namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Renungan
Tabut Tuhan menjadi tanda yang menyatukan dan meneguhkan bangsa Israel. Tetapi tanda itu menjadi tak bermakna ketika hidup mereka tak sesuai dengan sabda Tuhan. Hanya sejenak musuh mereka terkejut, selanjutnya musuh itu malah berperang lebih hebat sehingga orang Israel kalah dan para pemimpinnya terbunuh. Kita sering memohon Tuhan untuk membantu kita menghadapi berbagai permasalahan yang berat. Namun, seringkali permohonan itu tampak sia-sia, karena kita tak mau setia dan taat mendengarkan sabda Tuhan dan dipimpin oleh-Nya dalam hidup kita sehari-hari.
Orang yang sakit kusta sebenarnya dilarang mendekati masyarakat. Mungkin dia menggunakan kesempatan ketika Yesus menyendiri untuk datang kepada Yesus. Kesungguhannya untuk menjumpai dan memohon, menggerakan hati Yesus untuk menyembuhkan dia. "Aku mau, jadilah engkau tahir." Iman yang teguh dalam diri sang kusta bahwa Tuhan mampu menyembuhkannya membuat dia diterima kembali. Ia tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga secara sosial diterima kembali sebagai anggota masyarakat. Apakah kita mau datang kepada Tuhan untuk menyembuhkan luka-luka kita?

Tuhan Yesus, tuntunlah kami kejalan-Mu. Semoga kami mau menyembuhkan luka-luka dengan datang kepada-Mu. Amin.

Sumber dari: Buku Ziarah Batin 2020
Ditulis ulang: Veronica Neli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar