Kamis, 09 Januari 2020

Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 10 Januari 2020

Bacaan: Lukas 19:16-17 "Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota."

Renungan:
  Seorang wanita menikah dengan seorang pria yang dijodohkan oleh orang tuanya. Wanita itu menjalani hari-hari pernikahannya dengan hati yang merana ditambah lagi dengan sikap suaminya yang selalu ingin dilayani. Suaminya mau agar tepat jam 6 pagi sarapan sudah harus terhidang di meja makan. Meski berat, wanita itu mencoba untuk memenuhi semua kebutuhan suaminya. Memasuki tahun ke 3, suami yang tidak dicintainya itu meninggal dunia. Beberapa waktu kemudian, wanita itu kembali menjalin hubungan dengan pria yang dicintainya dan menikah dengan lria tersebut.
  Di suatu siang, saat ia membereskan barang-barang peninggalan suami pertamanya, ia menemukan secarik kertas bertuliskan, "Bangun jam 5 pagi. Hidangkan sarapan jam 6 pagi." Ia membaca tulisan itu berulang-ulang, kemudian ia berkata dalam hati, "Sebenarnya apa yang kulakukan sekarang persis seperti apa yang kulakukan kepada suami pertamaku. Aku bangun jam 5 menyiapkan sarapan dan makan bersama jam 6 pagi. Tetapi kenapa sekarang aku melakukannya dengan sukacita?" Cinta membuat segala sesuatunya berbeda.
  Apa yang dialami wanita itu merupakan gambaran pelayanan kita. Jika kita melayani Tuhan karena kita mencintai-Nya, maka kita akan melayani dengan baik, seperti hamba-hamba yang baik dalam perumpamaan bacaan di atas. Hamba yang baik bertanggung jawab dan memaksimalkan apa yang dipercayakan tuannya kepadanya. Tetapi jika kita melayani karena terpaksa atau karena takut pada akibat jika tidak melayani, kita seperti hamba jahat yang hanya menyimpan uang mina yang dipercayakan kepadanya. Hamba atau pelayan jenis ini menjalani hari-hari pelayanannya dengan terpaksa, bersungut-sungut dan asal-asalan saja. Di mana posisi kita dalam melayani saat ini? Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, tuntun aku agar semakin hari aku belajar menjadi hamba yang bertanggung jawab dan menyenangkan hatiMu melalui pelayananku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar