Rabu, 08 Januari 2020
HARI BIASA SESUDAH EPIFANI (P)
St.Severinus, Paus; St. Lusianus Beauvais; St. Apolinaris; B. Didakus Yoseph
Bacaan : 1Yoh.4:11-18
Mazmur : 72:1-2.10-11.12-13; R. Iih.11
Bacaan Injil : Mrk. 6:45-52
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu kesebrang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi kebukit untuk berdoa. Ketika hari sudah malam perahu itu sudah ditengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian didarat. Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan diatas air dan Ia hendak melewati mereka. Ketika mereka melihat Dia berjalan diatas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Ia naik keperahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti dan hati mereka tetap degil.
Renungan
Melihat suatu yang aneh atau luar biasa, kita begitu cepat takut karena menghubungkan dengan hantu. Mengapa kita tidak melihat kehadiran Tuhan dalam peristiwa tersebut? Apakah itu menunjukkan bahwa kita lebih merasa dekat dengan hantu daripada dengan Tuhan? Inilah juga reaksi para murid ketika melihat Yesus berjalan diatas air. Reaksi takut membuat mereka tidak mengenali bahwa itu Yesus. Hanya setelah Yesus berkata:"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!", mereka sadar bahwa itu Yesus.
Salah satu sapaan Tuhan yang paling sering lewat malaikat maupun nabinya adalah "jangan takut!". Ketakutan membuat kita lumpuh dan putus asa. Ketakutan memperkeruh permasalahan sehingga sebaliknya dari mencari jalan keluar, kita sering malah saling menyerang. Akibat pertama dari dosa adalah manusia menjadi takut untuk didekati Tuhan. Kita perlu melihat dan mensyukuri kasih setia Tuhan dalam hidup kita.: "Didalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan: sebab ketakutan mengandung hukuman, dan barang siapa takut, ia tidak sempurna didalam kasih" (1Yoh.4:18). Banyak orang beragama karena takut akan hukuman Tuhan lebih sering dilihat sebagai hakim yang siap menghukum. Dan mereka yang merasa taat hukum, juga mau menegakkan hukunm dengan menghukum bahkan membunuh sesamanya. Karena itu agama sering menjadi sumber perang dari pada damai, menjadi sumber teror dari pada kasih. Yesus ingin kehadiran-Nya membuat orang merasa nyaman dan aman: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Yesus, Engkau menghardik angin sakal yang membuat para murid-Mu terombang-ambing. Semoga Engkau juga menghalau badai yang menerpa bahtera hidup kami. Amin.
Diambil dari : Buku Ziarah Batin 2020
Ditulis kembali : Veronica Neli.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar