Rabu, 22 Januari 2020

Rabu, 22 Januari 2020
Hari Kelima Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani
1Sam. 4:1-11; Mzm. 44:10-11,14-15,24-25; Mrk. 1:40-45.

Dalam budaya Yahudi di mana Yesus hidup pada waktu itu, orang yang menderita dissabilitas dilarang untuk berpartisipasi secara dalam perayaan keagamaan, termasuk ibadat di sinagoga pada hari sabat. Mengapa demikian? Karena dissabilitas itu dipandang sebagai buah dari kutukan. Oleh karena itu, dengan mudah mereka menilai bahwa orang yang cacat, seperti halnya orang yang mati sebelah tangannya sebagaimana dikisahkan dalam Injil hari ini, adalah orang yang berdosa, orang yang tidak bersih. Mereka boleh hadir dalam ibadat di sinagoga tetapi tidak bisa ambil bagian secara penuh, tidak diberi tempat di tengah tetapi di pinggir atau belakang. Yesus tentu tahu aturan tersebut. Demikian pula, Ia juga tahu tentang aturan sabat yang melarang orang untuk bekerja, termasuk untuk mengobati orang sakit.
Yesus tidak menentang aturan-aturan tersebut, tetapi merombak keyakinan mereka yang mendasari aturan-aturan tersebut sekaligus memperbarui pola pikir mereka dalam memahami dan menerapkan aturan-aturan tersebut. Adalah tidak benar bahwa dissabilitas itu disebabkan oleh dosa dan orang yang menderita dissabilitas harus dimarginalkan. Sebaliknya, mereka justru diberi perhatian dan pelayanan lebih. Maka, Ia berkata kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Orang itu, yang menurut aturan pada waktu itu hanya boleh hadir dan duduk di belakang atau di pinggir, oleh Yesus justru diundang untuk berdiri di tengah. Inilah langkah awal dari proses penyembubannya. Dari sini, Yesus mengajarkan dan mengajak kita semua, untuk menempatkan mereka yang lemah, menderita, dan tersingkir di tengah-tengah kita, tidak didiskriminasi tetapi diperlakukan sama, bahkan diutamanak dan dijadikan sebagai pusat perhatian dan pelayanan kita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar