Rabu, 08 Januari 2020

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *09 Januari 2020*

1Yoh 4:19 -- 5:4
Mzm 72:1-2,14-15bc,17
Luk 4:14-22

*BERITA SUKACITA*

_Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.  -- Luk 4:21_

Ketika saya mendengar kabar kalau istri saya mengandung, hati saya bersukacita. Saya ingin membagikan kabar sukacita ini kepada teman-teman, karena saya merasa kabar ini harus diketahui banyak orang. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan ketika orang tua saya meninggal. Saya enggan bercerita kepada banyak orang, karena saat itu saya merasa sedih.

Ketika Yesus sampai di Nazaret, kota dimana Ia dibesarkan. Yesus ingin menyampaikan Kabar Gembira dengan mengutip Kitab Yesaya yang berisi nubuat tentang datangnya Immanuel. Ia ingin berbagi kegembiraan kepada kota Nazaret bahwa Ia sudah siap untuk menjalankan kehendak Bapa di surga, walaupun orang-orang Nazaret tidak menerima-Nya.

Demikian juga pesan keselamatan yang Yesus berikan sudah sampai di tangan kita. Melalui Sakramen Pembaptisan, kita disatukan dengan gereja untuk menjadi warga gereja yang memiliki tugas mewartakan Kabar Sukacita. Melalui Sakramen Penguatan, kita diutus untuk menjadi duta bagi Kristus. Kabar Sukacita tentang kasih dan harapan yang Yesus berikan, haruslah diwartakan oleh kita. Pertama-tama diwartakan melalui hidup kita yang penuh sukacita walaupun ada banyak sekali tantangan, dan kedua melalui perkataan.

Jadi, marilah kita memakai kesempatan yang ada untuk menjadi saksi Kristus untuk mewartakan Kabar Sukacita. (An)

_Sudahkah saya menjadi pewarta Kabar Sukacita?_Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *09 Januari 2020*

1Yoh 4:19 -- 5:4
Mzm 72:1-2,14-15bc,17
Luk 4:14-22

*BERITA SUKACITA*

_Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.  -- Luk 4:21_

Ketika saya mendengar kabar kalau istri saya mengandung, hati saya bersukacita. Saya ingin membagikan kabar sukacita ini kepada teman-teman, karena saya merasa kabar ini harus diketahui banyak orang. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan ketika orang tua saya meninggal. Saya enggan bercerita kepada banyak orang, karena saat itu saya merasa sedih.

Ketika Yesus sampai di Nazaret, kota dimana Ia dibesarkan. Yesus ingin menyampaikan Kabar Gembira dengan mengutip Kitab Yesaya yang berisi nubuat tentang datangnya Immanuel. Ia ingin berbagi kegembiraan kepada kota Nazaret bahwa Ia sudah siap untuk menjalankan kehendak Bapa di surga, walaupun orang-orang Nazaret tidak menerima-Nya.

Demikian juga pesan keselamatan yang Yesus berikan sudah sampai di tangan kita. Melalui Sakramen Pembaptisan, kita disatukan dengan gereja untuk menjadi warga gereja yang memiliki tugas mewartakan Kabar Sukacita. Melalui Sakramen Penguatan, kita diutus untuk menjadi duta bagi Kristus. Kabar Sukacita tentang kasih dan harapan yang Yesus berikan, haruslah diwartakan oleh kita. Pertama-tama diwartakan melalui hidup kita yang penuh sukacita walaupun ada banyak sekali tantangan, dan kedua melalui perkataan.

Jadi, marilah kita memakai kesempatan yang ada untuk menjadi saksi Kristus untuk mewartakan Kabar Sukacita. (An)

_Sudahkah saya menjadi pewarta Kabar Sukacita?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar