Jumat, 24 Januari 2020

Sabtu, 25 Januari 2020
Pesta Bertobatnya St. Paulus
Kis. 22:3-16 atau Kis. 9:1-22; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-18

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Mrk 16,15)

Hari ini kita merayakan Pesta Bertobatnya St. Paulus. Kalau kita membaca kisah pertobatannya (Kis. 22:3-16 atau Kis. 9:1-2, tampak bahwa yang menjadi kunci utama adalah perjumpaannya dengan Yesus dalam perjalannya ke Damsyik. Perjumpaan itulah yang mengubah seluruh hidupnya.
- Semula ia adalah PENGEJAR jemaat, setelah berjumpa dengan Kristus, ia menjadi PENGAJAR jemaat;
- Semula ia adalah PEMBUNUH umat Kristen, setelah berjumpa dengan Kristus, ia menjadi PEMBINA mereka;
- Semula ia MEMBELOT pada Kristus, setelah berjumpa dengan Kristus, ia MEMBELA Kristus dengan gigih sampai akhir hayatnya.
Seperti yang dialami oleh St. Paulus, setiap saat, Yesus juga menjumpai dan menyapa kita. Ia memjumpai kita dalam Perayaan Ekaristi. Ia menyapa kita melalui Sabda-Nya yang tertulis dalam Kitab Suci. Ia berbicara kepada kita dalam banyak peristiwa yang lain. Namun, seringkali kita tidak peka untuk menangkap kehadiran dan sabda-Nya. Kita tidak seperti Paulus, tetapi hanya seperti teman-teman seperjalannya, yang mendengar tetapi tidak melihat atau melihat tetapi tidak mendengar. Bisa jadi, dalam Perayaan Ekaristi pun, kita tidak sungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan karena kita juga kurang menghayatinya. Oleh karena itu, marilah kita mohon rahmat, agar dengan teladan dan doa St. Paulus, kita pun semakin dimampukan untuk peka menyadari kehadiran Tuhan yang menyapa dan menyatakan kehendak-Nya, agar kita semakin membuka diri akan sapaan dan kehendak-Nya itu. Semoga dengan demikian, kita pun diubah oleh-Nya menjadi semakin baik dan menjadi semakin beriman. Orang yang sungguh percaya/beriman kepada Tuhan mendapat anugerah dan kuasa yang luar biasa untuk:
- Mengusir setan, artinya untuk mengalahkan godaan setan dan pengaruh-pengaruh jahat;
- Berbicara dalam bahasa yang baru, yaitu bahasa kasih;
- Memegang ular (simbol dari roh jahat), artinya mengalahkan roh jahat yang membelit kita;
- Tidak mati meski minum racun maut, artinya kita tidak terpengaruh dengan kata-kata beracun yang seringkali harus kita dengar.
- Meletakkan tangan pada orang sakit dan mereka sembuh, karena tangan kita terulur untuk memberkati dan mengampuni. Pengampunan itu menyembuhkan luka dan sakit hati.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar