Senin, 20 Januari 2020

Selasa, 21 Januari 2020
Hari ke-4 Pekan Doa Kesatuan Umat Kristen
Ibr. 6:10-20; Mzm. 111:1-2,4-5,9,10c; Mrk. 2:23-28;

“Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat" (Mrk 2,27)

Kebidupan bersama memang membutuhkan hukum dan aturan. Sebab, tujuan hukum yang sesungguhnya bukanlah untuk menghukum tetapi untuk menjamin terciptanya keteraturan. Keteraturan ini penting demi terciptanya kebaikan, kesejahteraan dan keselamatan bersama. Boleh dikatakan, tujuan akhir dari hukum adalah untuk menjamin keselamatan manusia. Oleh karena itu, aturan haruslah mengabdi pada kesejahteraan dan keselamatan manusia. Itulah makanya, Gereja menegaskan bahwa keselamatan jiwa-jiwa adalah hukum yang tertinggi (Salus animarum suprema lex).
Dengan cara pandang inilah kita memaknai hukum sabat. Hukum Sabat yang mengatur manusia untuk tidak bekerja berat dimaksudkan agar manusia beristirahat, tidak terlalu menforsir dirinya untuk bekerja. Lebih dari itu, istirahat ini juga dimaksudkan untuk beribadah, untuk menimba energi baru dari Tuhan. Sekarang, hari istirahat dan Hari Tuhan bagi kita bukan lagi Sabat tetapi Minggu. Hari Minggu merupakan kesempatan untuk berisitahat dan beribadah. Dengan demikian, juga merupakan kesempatan untuk "ngecharge" baterai kehidupan kita agar kita mendapatkan semangat dan energi baru dalam bekerja dan menjalani tugas perutusan kita. Bahkan, menghayati "aturan" untuk mengikuti perayaan Ekaristi dan tidak melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu (Perintah ke-2 dari Lima Perintah Gereja) bukan sekedar untuk beristirahat dari rutinitas dan kesibukan harian serta untuk "ngecharge" dan mendapatkan energi baru dari Tuhan, tetapi juga untuk mendapatkan anugerah keselamatan bagi jiwa kita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar