Minggu, 12 Januari 2020

Senin, 13 Januari 2020
O Pekan I
PEKAN BIASA I (H)
St. Hilarius, Usk.PujG

Bacaan I      : 1 Sam. 1: 1-8
Mazmur       : 116:12-13.14.17.18-19; R:17a
Bacaan Injil : Mrk.1:14-20

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktu-Nya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala didanau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. " Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala didalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, didalam perahu bersama orang-orang upahannya, lalu mengikuti Dia.

Renungan
Kita memasuki masa biasa bersama ajakan Yesus: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah pada Injil!" Agenda Yesus jelas untuk membangun Kerajaan Allah: saat dan keadaan ketika orang mengakui kuasa Allah untuk merajai dan memimpin hidupnya. Karena itu, kerajaan ini harus dimulai dari pertobatan kita. Bertobatlah dari praktik hidup berdasarkan pada nilai-nilai dunia menuju hidup berdasarkan Injil.
Injil Markus paling singkat dan dianggap yang paling tua dibandingkan Injil-Injil lain. Membaca Injil ini kita laksana diajak berjalan cepat oleh Yesus yang dengan penuh semangat mewartakan Kerajaan Allah dengan ajaran dan karya-Nya. Untuk itu, Yesus mengajak murid-murid-Nya, termasuk kita: "Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Mengikuti Yesus berarti bersama-sama dengan Dia membangun Kerajaan Allah. Dan ini harus mengubah orientasi hidup kita dari sekadar mencari nafkah (menjala ikan) menjadi mencari manusia (menjala manusia) untuk diselamatkan, untuk menerima Allah sebagai raja kehidupan kita.
Hana yang menderita karena tak punya anak, dikabulkan doanya dengan melahirkan Samuel yang kemudian diserahkannya kembali kepada Allah. Hana percaya Tuhan sudah dan akan senantiasa menyelenggarakan hidupnya, maka dia berani mempersembahkan anak tunggalnya kepada Tuhan untuk membangun Kerajaan Damai.

Tuhan, Engkau senantiasa menyelenggarakan hidup kami, semoga kami berani bertobat dan percaya pada Injil untuk ambil bagian dalam membangun Kerajaan-Mu. Amin.

Diambil dari : Buku Ziarah Batin 2020
Ditulis ulang : Veronica Neli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar