Kamis, 27 Februari 2020

Jumat, 28 Feb 2020
Hari Jumat sesudah Rabu Abu
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15.

"Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa" (Mat 9,15)

Baik Bacaan I maupun Injil berbicara tentang puasa. Puasa merupakan salah satu kewajiban keagamaan, termasuk agama kita. Perintah ke-3 dari Lima Perintah Gereja menegaskan: "Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan". Inilah saat puasa dan pantang yang ditentukan itu, yaitu berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung; serta berpantang pada kedua hari tersebut ditambah 7 Jumat selama Masa Prapaskah. Tentu, karena ketentuan Puasa dan Pantang ini sangat ringan, kita bisa menambahkan bentuk-bentuk puasa dan pantang yang lain. Namun, sebenarnya Puasa dan Pantang yang dikehendaki Tuhan bukan sekedar dilaksanakan sebagai ritual dan kewajiban belaka. Mengurangi makan dan minum hanyalah bentuk lahirian dan minimal dari pantang dan puasa. Nabi Yesaya (bac I) menegaskan bahwa Tuhan menghendaki puasa yang disertai dengan sikap dan tindakan belas kasih dan solidaritas. Wujudnya, antara lain: membuka belenggu dan melepaskan tali kuk, berbagi rejeki (makanan, pakaian) dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudara (Yes:58:6-7). 
• Membuka belenggu dan melepaskan tali kuk bisa dihayati dengan memberikan kebebasan dan kepercanyaan untuk mengaktualisasikan diri seoptimal kepada orang lain: anggota keluarga (suami/istri, anak-anak), anggota komunitas, peserta didik, bawahan, karyawan, dll.
• Berbagi, sudah jelas. Apa yang kita miliki adalah anugerah Tuhan yang harus kita salurkan kepada sesama yang membutuhkan. Berbagi merupakan bentuk solidaritas yang paling jelas dan konkret. Berbagi juga merupakan wujud syukur dan persembahan kepada Tuhan.
• Erat kaitannya dengan berbagi adalah tidak membuang muka. Kita harus peka pada situasi, kesulitan dan kebutuhan sesama, menghindari sikap pura-pura tidak tahu dan tidak peduli.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar