Rabu, 05 Februari 2020

Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 6 Februari 2020

Bacaan: Mazmur 130:5 "Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya."

Renungan:
  Penulis Charles Swindoll pernah mengalami tekanan karena banyaknya urusan, janji dan pekerjaan yang yang harus diselesaikan dalam waktu singkat. Hal ini sangat memengaruhi cara bersikap terhadap anggota keluarganya. Ia membentak istri dan anak-anaknya dan tidak jarang tersedak ketika sedang makan atau minum. Lambat laun sikapnya itu membuat anggota keluarganya takut. Mereka merasakan ketegangan jika berhadapan dengannya. Charles bercerita, "Aku masih ingat malam itu, usai makan anak bungsuku berkata bahwa ia mau menceritakan padaku sebuah kejadian penting yang dialaminya di sekolah hari itu. Ia berjanji akan menceritakan itu secara cepat agar tidak menggangguku. Menyadari sikapku yang membuat seisi rumah menjadi takut, aku kemudian berkata, 'Sayang, kau tidak perlu menceritakannya secara cepat. Ayah punya waktu untukmu, ceritakan saja perlahan-lahan.' Lalu anak bungsuku itu berkata, 'Tapi ayah juga harus mendengarkannya baik-baik, jangan terburu-buru.'"
  Baik atau tidaknya sikap yang kita tunjukkan terhadap seseorang atau sesuatu, ditentukan oleh seberapa besar perhatian yang kita berikan terhadap orang atau sesuatu itu. Jika perhatian yang kita berikan untuk pekerjaan lebih besar daripada keluarga, maka kita akan merasa kesal ketika mereka meminta waktu kita. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Betapa sering kita merasa terganggu dengan jam-jam ibadah atau kegiatan kerohanian lainnya? Sebagian orang tidak lagi sempat untuk bersekutu dengan Tuhan hanya karena lebih mementingkan pekerjaan atau usaha. Ada juga yang berdoa dengan terburu-buru sambil sesekali memerhatikan jam dan memikirkan kegiatan lainnya.
  Selama masih hidup di dunia ini, segala sesuatu memang penting. Kita perlu memberikan perhatian untuk Tuhan, keluarga dan pekerjaan. Kuncinya terletak pada pengaturan kita, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan seimbang. Seperti halnya pemazmur yang datang kepada Tuhan dengan penuh rasa haus dan kerinduan yang besar kepadaNya. Mari lakukan segala sesuatunya dengan penuh perhatian. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat membagi waktu untukMu, keluarga dan pekerjaanku dengan penuh perhatian. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar