Sabtu, 22 Februari 2020

Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 23 Februari 2020

Bacaan: Lukas 18:7  "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"

Renungan:
  Seseorang pernah bercerita pengalamannya di mana dalam waktu 3 tahun ia selalu berdoa untuk memiliki sebuah rumah. Selama 3 tahun ia menunggu, tetapi rumah yang ia doakan belum juga terwujud. Kemudian ia tidak lagi mengucapkan  permohonan itu, tetapi ia percaya bahwa Tuhan akan menjawab doanya. Memasuki tahun ke 4 saat ia sudah lupa apa yang pernah ia minta kepada Tuhan, saat itulah Tuhan memberikan rumah kepadanya. Ketekunan tidak boleh hanya dipahami sebatas kata-kata permohonan yang terus menerus kita sampaikan, tetapi lebih luas lagi hingga mencapai sikap hati yang terus menerus menaruh percaya kepada Tuhan bahwa Ia pasti menjawab doa-doa kita pada waktu yang tepat. Ingat bahwa waktu Tuhan tidak pernah terlambat. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." (Pkh 3:11).
  Berdoa dengan tekun terasa sulit ketika Tuhan belum juga menjawab doa kita. Di saat sulit seperti ini, tetaplah terbuka pada tuntunan Roh Kudus. Seseorang pernah berkata, "Satu-satunya bekas kaki yang akan tetap bertahan di atas pasir adalah bekas lutut yang tekun berdoa." Tuhan akan selalu mengingat doa-doa kita, sekalipun terlihat sepertinya Ia tidak mendengar dan menjawabnya. Doa kita akan meninggalkan bekas yang tidak akan pernah hilang dari ingatanNya. Pemazmur berkata bahwa Tuhan menampung air mata kita di dalam kirbatNya dan sengsara kita Dialah yang menghitungnya (Mzm 56:9). Jangan menyerah, mungkin saja Dia sedang menguji kesetiaan dan ketekunan kita. Marilah kita tekun berdoa sampai kita mendapatkan jawaban yang mendatangkan sukacita. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bertekun dalam doa-doaku. Aku percaya ada berkat di balik ketekunan doaku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar