Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 22 Februari 2020
Bacaan: Amsal 27:17 "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."
Renungan:
Setiap orang memunyai 2 arsip yang tersimpan di memorinya. Pertama adalah arsip yang berisi kisah kemenangan, sukacita dan kebahagiaan. Kedua adalah arsip yang berisi kisah penolakan, kegagalan, perkabungan atau hal-hal negatif lainnya. Arsip manakah yang sering kita buka? Kalau kita sering membuka arsip yang pertama, maka hidup kita akan diwarnai dengan kebahagiaan dan kedamaian, sebaliknya jika kita sering membuka arsip yang kedua, maka hidup kita akan diwarnai dengan kesedihan dan air mata.
Orang yang menyimpan luka-luka emosional biasanya hidup di dalam lingkaran mengasihani diri sendiri. Ia senang menghidupkan dan menghidupi kenangan-kenangan menyakitkan itu di pikirannya dan dikembangkan dengan khayalan-khayalan sehingga semakin lama semakin terasa sangat menyakitkan. Kita tidak selalu harus mengerti mengapa pengalaman yang menyakitkan itu harus kita alami. Belajarlah melihat bahwa ketika Tuhan mengizinkannya maka hal itu pasti ada baiknya bagi kita, sekalipun hal itu menyakitkan. Mungkin lewat masa-masa yang menyakitkan itu Tuhan sedang menumbuhkan atau mengasah kasih, kesabaran, pengampunan, penguasaan diri kita sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Oleh karena itu, yang terbaik bagi kehidupan kita saat ini adalah mengisi waktu tanpa terpengaruh pada pengalaman menyakitkan masa lampau, karena luka-luka masa lalu sangat memengaruhi masa sekarang dan berpotensi merusak masa depan kita. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, namun kita dapat memperbaikinya sekarang untuk membangun masa depan yang cerah. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, dalam ketidak mengertianku atas semua rasa sakit ini, ajarilah aku untuk tetap percaya akan kasih dan pembentukanMu sehingga aku semakin dewasa secara jasmani dan rohani. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar