Sabtu, 01 Februari 2020

Minggu, 2 Feb 2020
Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18; Mzm. 24:7,8,9,10; Luk. 2:22-40

"Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan"

Hari ini, kira merayakan Pesta Yesus Dipersembahkan kepada Allah. Tepat 4o hari setelah Natal. Penginjil Lukas menggabungkan 2 adat kebiasaan agama Yahudi. Pertama, pentahiran seorang ibu yang dilaksanakan 40 hari setelah ia melahirkan sebagaimana diatur dalam Imamat 12,2-8. Kedua, persembahan dan pengudusan anak sulung di Bait Allah sebagaimana diatur dalam Keluaran 13,11-16, sebagai kenangan akan pembebasan dari perbudakan Mesir.
Kalau dalam perayaan Natal kita merayakan Allah Putra yang menjadi sama dengan kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa (Ibr 2,17), dalam Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah hari ini, kita diajak untuk "menjadi sama" dengan Kristus. Artinya, seperti Yesus yang dipersembahkan kepada Allah (Luk 2,22) dan dikuduskan (Luk 2,23), kita pun diajak untuk juga mempersembahkan hidup kita kepada Allah agar diri kita pun juga dikuduskan. Seperti Yesus yang mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua anak burung merpati - tanda sebuah persembahan yang sederhana dari keluarga kurang mampu (Imamat 12,8) - maka kita pun juga diundang untuk menghaturkan persembahan yang sederhana kepada Tuhan, yakni apa yang kita miliki dan hasilkan dalam hidup sehari-hari. Apa yang sebaiknya kita persembahkan kepada Tuhan bukanlah karya-karya yang besar, tetapi tugas, pekerjaan dan pelayanan kita sehari-hari yang sederhana. Semua itu, kalau kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh cinta, merupakan persembahan kita kepada Tuhan dan sarana pengudusan bagi kita. Bahkan bukan hanya pengudusan bagi diri sendiri tetapi juga bagi sesama. Sebagaimana Yesus yang dipersembahkan ke Bait Allah mendatangkakan sukacita dan damai sejahtera bagi Simeon dan Hana, kalau hidup kita ini senantiasa kita persembahkan kepada Allah dan dikuduskan oleh-Nya, tentunya kita tidak hanya bersukacita tetapi juga mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi sesama.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar