Sabtu, 08 Februari 2020

Minggu, 9 Februari 2020
Hari Minggu Biasa V
Yes. 58:7-10; 1Kor. 2:1-5; Mat. 5:13-16

“Kamu adalah garam dunia” (Mat 5,13a) dan “Kamu adalah terang dunia” (Mat 1,14a)

Kita semua tentu tahu: garam itu seperti apa, gunanya untuk apa, bagaimana ukuran yang pas dalam menggunakannya. Demikian juga terang. Keduanya, baik garam maupun terang tidak pernah ada untuk dirinya sendiri tetapi untuk melayani yang lain. Garam untuk menjadikan masakan terasa sedap dan terang untuk  menyinari seluruh ruangan. Oleh karena itu, kata-kata dari Yesus, “Kamu adalah garam dunia” (Mat 5,13a) dan “Kamu adalah terang dunia” (Mat 1,14a) merupakan sebuah pernyataan bahwa Ia telah menjadikan kita sebagai “kawanan kecil” (bdk. Luk 12,32) yang mampu tidak hanya memikirkan diri kita sendiri tetapi memberikan manfaat bagi orang lain.

Sebagai garam, kita memang tidak mempunyai sumber asin dari diri kita sendiri, tetapi dari Tuhan. Demikian pula, kita tidak mempunyui sumber terang dari diri kita sendiri, tetapi kita memancarkan terang yang bersumber dari Tuhan. Oleh karena itu, supaya kita tetap memberi manfaat kepada masyarakat, kita harus senantiasa menyatukan diri dengan Tuhan. Kita hanya akan mampu bertahan sebagai garam dan terang dunia kalau kita tidak menggantungkan diri pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Roh dan kekuatan Allah (bdk. 1Kor 2,4-5).

Secara konkret, kita dapat menggarami dan menerangi masyarakat dengan cara berbagi (bdk. Yes 58,7.10). Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, entah karena lapar, sakit, terasing atau miskin, berarti kita meringankan beban penderitaan mereka sehingga hidup mereka yang hambar dan suram menjadi berasa dan cerah. Selain itu, kita juga akan menjadi terang bagi sesama kalau kita menjauhi sikap dan tindakan negatif seperti menuduh, menyalahkan dan memfitnah serta tidak menambah beban penderitaan orang lain (bdk. Yes 58,9b). Sebaliknya, kita mampu memberikan ide-ide yang mencerahkan dan mengucapkan kata-kata yang meneguhkan dan menghibur karena didasari oleh hati yang mencinta.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar