Kamis, 13 Februari 2020

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *14 Februari 2020*

*St. Sirilus dan St. Metodius*

1Raj 11:29-32; 12:19
Mzm 81:10-15
Mrk 7:31-37

*DIA SELALU BAIK*

_Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.  -- Mrk 7:37_

Tidak pernah sekalipun Tuhan membuat hal buruk bagi manusia. Namun seringkali, hal buruk yang kita alami lebih merupakan konskuensi dari pilihan yang kita ambil. Contoh, Adam dan Hawa harus keluar dari Firdaus karena konsekuensi perbuatan mereka yang tidak taat.

Ketika pikiran dan hati saya tidak berfokus kepada Tuhan, saya merasa mudah sekali mengalami pencobaan. Misalnya saat hendak melakukan pelayanan, saya tidak melihat pelayanan yang saya lakukan itu untuk Tuhan, malah saya sibuk menghitung kelemahan orang lain.

Hal ini tentu sangat berdampak membuat saya kesal terhadap diri sendiri dan tentunya membuat saya tidak bersukacita, sehingga apa yang saya berikanpun tidak membawa sukacita bagi umat yang saya layani. Semua menjadi tidak maksimal. Yang terburuk, pelayanan saya menjadi sia-sia karena tidak membawa kehadiran Tuhan bagi saya maupun bagi orang lain.

Saya menyadari apa yang saya lalukan adalah salah. Saya percaya hal yang tidak mengenakkan yang saya alami merupakan bagian dari pembelajaran saya. Di atas segalanya, saya percaya Tuhan selalu baik dan akan menjadikan segalanya baik. Ia akan terus membentuk dan menjadikan saya semakin baik dari waktu ke waktu. (In)

_Hambatan apa yang saya alami untuk menjadi pribadi yang baik di hadapan Tuhan?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar