Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *12 Februari 2020*
1Raj 10:1-10
Mzm 37:5-6,30-31,39-40
Mrk 7:14-23
*MENJAGA KEBERSIHAN HATI NURANI*
_Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. -- Mrk 7:23_
Jarang sekali saya melihat orang menonton TV. Zaman sekarang, tidak masalah tidak memiliki TV, asal jangan tidak memiliki kuota internet di telepon seluler. Hampir semua orang mengakses berita dan informasi dari _gadget._ Tidak hanya berita, tetapi semua informasi, termasuk hal-hal negatif yang menggerus iman kita sangat mudah untuk diakses.
Saat ini, sudah ada 30 negara (termasuk Taiwan pada 2019) yang melegalkan perkawinan sejenis. Alasannya sangat sederhana, yaitu hak asasi manusia dan tingkat perceraian heteroseks yang lebih tinggi dari homoseks. Tujuh negara (sebagian besar Eropa) sudah melegalkan Euthanasia -- praktek pencabutan kehidupan melalui cara yang dianggap menimbulkan rasa sakit minimal. Tak heran jika orang-orang lanjut usia di Belanda sangat ketakutan ketika anak-anaknya mengajak mereka ke dokter.
Jelas terlihat bahwa dunia sudah terang-terangan melanggar 10 Perintah Allah. Sekarang, benar atau salah menjadi relatif. Selalu ada alasan yang masuk akal untuk menentang Allah. Bayangkan, hal-hal seperti itu terjadi pada anak-anak kita. Akan menjadi seperti apa generasi mendatang? Akan masih adakah rasa takut dan hormat kepada Allah?
Sebagai orang tua, kita harus memberikan teladan yang baik buat keluarga. Setia merenungkan Kitab Suci, ikut terlibat dalam kegiatan gereja (termasuk lingkungan), memberi perhatian pada Sakramen dan memiliki waktu untuk berdoa bersama. Semoga semua usaha baik kita mendatangkan masa depan yang lebih baik buat anak-anak, agar hati nurani kita bersih sehingga kita dapat selalu mengikuti kehendak Tuhan dan tidak ada penyesalan di kemudian hari. (Yo)
_Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kebersihan hati nurani?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar