Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Selasa,_ *04 Februari 2020*
2Sam 18:9-10,14b,24-25a,30 - 19:3
Mzm 86:1-6
Mrk 5:21-43
*MUKJIZAT TERJADI DENGAN IMAN*
_Asalku jamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh. -- Mrk 5:28-29_
Ketika kita mengalami sakit, secara spontan kita akan langsung mencari dan meminum obat. Jika sakit masih berlanjut, bisa jadi kita akan mencari dokter. Semua itu tidak salah. Tetapi pernahkan kita bertanya kepada diri sendiri, selain kita mencari dokter dan minum obat. apakah kita datang kepada Tuhan untuk memohon kesembuhan bagi sakit yang kita alami?
Tetapi juga ada ekstrim lain dimana orang yang sakit merasa tidak perlu berobat dan hanya mengandalkan doa. Hal ini juga tidak tepat, karena selain berdoa, kita juga perlu melakukan tindakan yang tepat dengan mencari dokter untuk mendapatkan solusi bagi kesembuhan kita.
Kita memang mempunyai kecenderungan untuk percaya atas segala sesuatu yang kita lihat. Dengan kata lain, iman kita membutuhkan tanda atau bukti. Hal ini dapat membuat iman kita kepada Tuhan yang seharusnya bertumbuh lebih dalam menjadi dibatasi.
Yang perlu kita ingat bahwa Tuhan memakai perantara dokter untuk memberi kesembuhan, tetapi tetap kuasa Tuhanlah yang menyembuhkan. Tuhan memberi hikmat kepada dokter sehingga dapat menganalisa sakit kita dan memberikan obat yang tepat. Tetaplah berdoa kepada Tuhan dan memohon rahmat kesembuhan dari-Nya dan hikmat untuk memilih dokter yang tepat, namun juga diiringi dengan perbuatan nyata untuk mencari kesembuhan itu.
Hingga saat ini, masih banyak mukjizat terjadi bagi orang yang sungguh-sungguh beriman kepada-Nya. Tuhan masih bekerja dan melawat orang-orang yang membutuhkan rahmat kesembuhan. (In)
_Iman seperti apa yang saya miliki saat ini?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar