Sabtu, 22 Februari 2020
Pesta Takhta S. Petrus, Rasul
1Ptr. 5:1-4; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 16:13-19.
“Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” – Mat 16,18.
Hari ini kita merayakan Pesta Tahta Petrus. Sebuah tahta yang dimiliki St. Petrus bukan karena perjuangan dan prestasi tetapi karena anugerah dan kepercayaan dari Yesus. Sebuah tahta bukan untuk kekuasaan tetapi untuk pelayanan. Sebuah tahta bukan untuk mendominasi tetapi untuk menyatukan semua orang di seluruh dunia dan di sepanjang zaman yang beriman kepada Kristus. Semua disatukan di bawah satu Tuhan dan satu gembala. Petrus menerima tahta ini sekitar tahun 30-an dan sampai sekarang Gereja yang dikehendaki untuk didirikan dibawah kepemimpinan Petrus masih berdiri tegak. Kepemimpinan Petrus diteruskan oleh para penggantinya, yakni para Paus. Memang, di beberapa tempat, Gereja mengalami krisis dan mulai banyak ditinggalkan orang. Ada juga yang ditentang dan dipersulit keberadaannya. Namun, kita mesti tetap percaya pada janji Tuhan: "alam maut tidak akan menguasainya". Maka, menjadi tugas kita juga untuk saling bekerjasama agar Gereja yang didirikan oleh Kristus dan kepemimpinannya diserahkan kepada Petrus dan para penggantinya jangan sampai binasa. Marilah kita secara khusus berdoa bagi Gereja dan ikut ambil bagian dalam usaha-usaha konkret agar sampai kapan pun Gereja tetap relevan dan signifikan dalam membawa misi cinta kasih yang menyelamatkan. Kita berdoa bagi Bapa Suci yang dipilih Tuhan untuk menggantikan Petrus. Kita berdoa bagi diri kita masing-masing agar dapat menjadi anggota Gereja yang semakin mampu mengenal dan mencintai Kristus. Kita juga berusaha untuk memberi kesaktian hidup sebagai pengikut Kristus yang baik.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar