Sabtu, 8 Feb 2020
Pekan Biasa IV
1Raj. 3:4-13; Mzm. 119:9,10,11,12,13,14; Mrk. 6:30-34.
Injil hari ini menghadirkan sesuatu yang sangat kontras dengan Injil kemarin. Kemarin, Raja Herodes mengadakan pesta ulang tahun. Tentunya, pesta diadakan di istananya yang megah, dengan hidangan yang mewah, disertai hiburan yang meriah, termasuk tarian darianaknya yang "menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya". Tamu-tamu yang diundang pun bukan orang sembarangan: para pembesar, perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Namun, dalam pesta itu, seorang benar telah dikorbankan: Yohanes Pembaptis yang telah menyuarakan kebenaran dan keadilan dipenggal kepalanya.
Hari ini, Yesus juga mengadakan pesta. Sebuah perjamuan sederhana tetapi penuh dengan suasana persaudaraan. Hidangan yang disajikan pada hari ini adalah santapan pembuka, santapan sabda: Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka. Kalau bacaab dilanjutkan, akan dihadirkan pula hidangan selanjutnya dengan menu utama 5 roti dan 2 ikan. Mereka yang hadir berkumpul di sekitar Yesus adalah orang kebanyak, bahkan sebagian besar adalah rakyat jelasa, orang-orang yang sederhana, menderita sakit. Mereka tidak diundang secara khusus oleh Yesus tetapi memang ingin datang dan mendengarkan Dia. Berbeda dengan Herodes, Yesus pun tidak membatai siapa yang boleh datang kepada-Nya: Ia terbuka untuk semua dan menerima siapa pun yang datang kepada-Nya. Hiburan yang dihidangkan oleh Yesus juga bukan tari-tarian atau semacamnya yang hanya menyukakan hati secara superfisial. Yesus menyukakan hati semua yang datang kepada-Nya dengan memberikan hati-Nya sendiri, yakni hati yang penuh belas kasih. Lebih dari itu, Yesus juga memberikan kepada mereka sabda kehidupan, yakni melalui pengajaran-pengajaran-Nya. Melalui sabda dan pengajaran yang diberikan kepada orang banyak, Yesus membuka dan menunjukkan jalan kehidupan. Berbeda dengan Herodes, melalui kata-kata yang keluar dari mulutnya, ia membunuh Yohanes Pembaptis. Sebaliknya, sabda yang keluar dari mulut Yesus adalah "perkataan hidup dan kekal" sebagaimana diakui oleh Petrus dengan mantap (Yoh 6,68b).
Bagaimana dengan kata-kata yang keluar dari mulut kita?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar