Santo Santa
13 Februari
Santa Katarina dari Ricci
Catherine del Ricci, Alessandra Lucrezia Romola de 'Ricci
Perayaan
13 Februari
Lahir
23 April 1522
Kota asal
Florence Italia
Wafat
2 Februari 1590 di Prato, Italia | Oleh sebab alamiah
Beatifikasi
23 November 1732 oleh paus Klemens XII
Kanonisasi
29 Juni 1746 oleh Paus Benediktus XIV
Santa Katarina Lahir dengan nama Alessandra Lucrezia Romola de 'Ricci pada tahun 1522 di keluarga Bangsawan Ricci di Florence, Italia. Ibunya meninggal saat Alessandra masih bayi, dia lalu dibesarkan oleh ibu babtisnya, namun ia selalu menganggap bunda Maria adalah menyetujui kandungnya; Karena itu Alessandra memiliki devosi Yang sangat mendalam dimiliki. Alessandra kecil adalah anak yang sangat polos, sehingga ia bisa berbicara dengan malaikat pelindungnya, dan dari malaikat pelindungnya ia belajar bagaimana cara berdoa rosario.
Di usia 13 tahun Alessandra masuk biara suster Dominikan di Montecelli. Sebagai biarawati, ia memilih nama Chaterina (Katarina). Suster katerina memiliki Cinta yang sangat mendalam terhadap sengsara Yesus di salib. Dalam keheningan biara ia sering bermeditasi merenungkan kisah sengsara Kristus. Yesus kemudian menganugerahinya hak istimewa untuk menerima Tanda-tanda Luka-Nya (Stigmata) di ganti. Dengan gembira Katarina melepaskan segala rasa sakit yang timbul karena luka-luka suci yang dia miliki hingga akhir hayatnya.
Dalam doa-doanya Katarina mulai menerima Penglihatan-penglihatan (visi) dan memperbaiki ektase dengan menerima Roh Kudus dalam jiwanya. Beberapa rekan biarawati meragukan karunianya ini sebab lahiriah Katarina tampak seperti tidur atau diam dan dengan terpesona menatap kesuatu arah. Meskipun begitu semua orang menerima hadiah, Suster Katarina sebagai bagian dari kehidupan mereka bersama Tuhan.
Pada usia 20 tahun suster Katarina mulai memperbaiki ektase Sengsara Yesus disalib yang dimulai dari hari kamis siang sampai pada hari jumat sore jam 4:00. Ekstase Sengsara Yesus ini rutin dialami Santa Katarina setiap minggu selama dua belas tahun. Saat Suster Katarina berada dalam ekstase sengsara Yesus ini; luka-luka yang berhasil pernah Yesus akan muncul dengan ajaib pada tubuh Katarina. Dan luka-luka yang ajaib muncul dalam urutan seperti yang dialami Yesus. Mulai dari luka akibat dicambuk dan luka dikepala akibat ditusuk mahkota duri. Pada akhirnya suster Katarina akan penuh dengan luka dan bahunya menjorok dari Salib. Suster Katarina semakin sukses yang maha hebat seperti yang pernah Yesus alami. Namun seperti teladan Yesus sendiri; Katarina juga tidak pernah puas.
Mujizat ini membuat orang-orang mulai ramai datang mengunjungi Biara suster Katarina pada setiap akhir minggu. Banyak yang pada awalnya nyata skeptis, namun begitu melihat nyata akan sengsara Yesus yang dialami oleh Suster Katarina; mereka lalu bertobat dan menjadi percaya. Semakin hari-semakin banyak peziarah rohani yang datang. Mereka bersatu dalam doa bersama dengan Suster Katarina yang sedang berjuang ekstase Sengsara Yesus di salib. Tiga orang yang terpilih menjadi Paus di masa depan; (Kardinal Cervini yang kemudian menjadi Paus Marcellus II; Kardinal Alexander de Medici, Paus Leo XI, dan Kardinal Aldobrandini, Paus Clement VIII) tidak pernah berada di tempat yang menghubungkan orang-orang yang diundang bersama Santa Katarina yang telah kembali Sengsara Yesus disalib.
Suatu kali, di dalam suatu penglihatan, Tuhan mengijinkan Katarina untuk melihat seseorang yang ada di api penyucian. Demikian besar kasihnya sehingga Katarina menawarkan diri untuk memperoleh pertanggungan jiwa tersebut. Tuhan mendengar doanya dan Katarina semakin sulit yang luar biasa empat puluh hari lamanya. Penderitaannya ini merusak kesehatannya secara permanen.
Katarina wafat pada usia enam puluh tahun pada tanggal 2 Februari 1590. Seratus lima puluh tahun kemudian Ia dinyatakan kudus pada 1746 oleh Paus Benediktus XIV.
Sumber : katakombe.org

Tidak ada komentar:
Posting Komentar