Senin, 17 Februari 2020

Selasa, 18 Feb 2020
Pekan Biasa VI
Yak. 1:12-18; Mzm. 94:12-13a,14-15,18-19; Mrk. 8:14-21

"Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
Bacaan Injil kemarin berbicara tentang kesalahpahaman yang terjadi antara orang-orang Farisi dengan Yesus. Mereka meminta tanda, padahal Yesus telah memberikan banyak tanda, tetapi mereka tidak mengerti.
Injil hari ini berbicara tentang kesalahpahaman yang terjadi antara para murid dengan Yesus. Yesus mengingatkan mereka agar "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Mereka tidal mengerti maksud Yesus. Malah menyangka kalau Yesus menyindir mereka yang sudah tidak punya roti lagi. Padahal, mereka baru saja menyaksikan 2 mukjizat penggandaan roti yang dibuat oleh Yesus: yang pertama 5 roti untuk 5000 orang dan yang kedua 7 roti untuk 4000 orang. Kemarin ada yang bertanya menanggapi renungan saya dan belum saya jawab: "Kok bkn 5000, romo?" Semoga, Injil hari ini dibaca sehingga menemukan jawabannya.
Padahal yang dimaksud oleh Yesus sangat jelas. Ia tidak berbicara tentang roti tetapi tentang ragi. Gambaran ragi dipakai oleh Yesus untuk menjelaskan suatu pengaruh yang mempu mengubah sikap dan pendirian seseorang, seperti halnya ragi yang mengubah gandum menjadi roti. Apa yang salah dengan ragi orang Farisi sehingga kita mesti waspada? Orang Farisi menggunakan agama dan doktrin-doktrinnya untuk membenarkan diri sendiri dan untuk menyalahkan orang lain, bahkan kemudian juga untuk mencari-cari kesalah, memusuhi, dan menghukum orang lain yang berbeda. Silakan dibaca kembali Injil Markus bab 2-3 (bacaan Injil harian mulai 17-27 Januari yang lalu). Sampai zaman sekarang ini, apa yang disebut Yesus sebagai "ragi orang Farisi" ini masih tersebar di mana-mana. Kita pun mengalami (sebagai korban).
Sementara itu, terhadap ragi Herodes, kita juga mesti waspada. Herodes adalah orang yang punya kuasa, tetapi menggunakan kuasanya untuk keuntunggan diri sendiri. Ia merebut Herodias, istri saudaranya. Ia juga membunuh Yohanes Pembaptis. Lagi-lagi, sampai sekarang, tipe-tipe penguasa yang seperti Herodes juga masih banyak. Yang mereka rampas bukan hanya istri orang lain, tetapi harta dan hak orang lain melalui korupsi, dll.
Baik terhadap ragi orang-orang Farisi maupun Herodes, Yesus mengingatkan agar kita berjaga-jaga dan awas. Peka terhadap gerakan-gerakan mereka sekaligus berani melawan dengan bijaksana dan melalui jalur yang benar.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar