Jumat, 13 Mrt 2020
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 21:33-43,45-46
Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur yang disampaikan Yesus ini dapat dikatakan sebagai suatu ringkatas atas sejarah Israel sebagaimana ditulis oleh Nabi Yesaya (Yes 5,1-7 - tolong dibaca juga ya!). Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, tua-tua (Mat 21,23) dan orang-orang farisi (Mat 21,45) yang mempertanyakan orotitas-Nya. Melalui perumpamaan ini, Yesus tidak hanya menjawab pertanyaan mereka, tetapi juga memperjelas beberapa hal. Pertama, ia menyingkap asal-usul otoritas-Nya: Dia adalah Anak dan Ahli waris, otoritasnya berasal dari Bapa secara langsung. Kedua, Ia menyatakan penyalahgunaan kepercayaan yang diberikan kepada para pekerja kebun anggur, yakni para imam kepala dan tua-tua yang tidak memelihara dengan baik umat yang dipercayakan Allah kepada mereka. Ketiga, Ia membela otoritas para nabi yang telah diutus oleh Allah untuk mendahului-Nya, tetapi telah mereka bunuh. Keempat, Yesus juga menyingkap kejahatan mereka yang telah memanipulasi agama untuk kepentingan mereka sendiri dan bahkan membunuh Sang Anak karena ingin menguasai harta keselamatan dan kerajaan surga bagi mereka sendiri.
Point ketiga dan kelima ini kiranya baik kita jadikan bahan permenungan secara khusus dan kita terapkan pada diri kita masing-masing atau pada situasi konkret yang seringkali kita hadari di tentah masyakarat, yaitu tentang: penyalahgunaan kepercayaan dan wewenang, memanipulasi agama untuk kepentingan pribadi atau kelompok, dan hasrat untuk menguasai harta bagi diri sendiri atau kelompok bahkan memaksanakan diri juga untuk menguasai surga dan menentukan siapa yang bisa masuk ke dalamnya. Bahaya dan kejahatan semacam ini, sampai sekarang masih kita alami. Mari bertanya pada Yesus: apa yang bisa kita buat?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar