Kamis, 19 Maret 2020

Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 20 Maret 2020

Bacaan: Roma 15:1 
"Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri."

Renungan;
  Howard Hughes adalah seorang milioner pada zamannya, karena harta yang dimilikinya begitu berlimpah. Ia menikah dengan Jean Peters, wanita yang diakui sebagai wanita tercantik pada masa itu. Walaupun begitu, Hughes tidak pernah merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Hughes menganggap istrinya hanya sebagai benda penghias hidupnya, sehingga pada tahun 1970 ia menceraikan Jean Peters. Hidup Hughes yang bergelimang harta membuatnya dapat pergi ke mana saja ia mau. Sekalipun Hughes berkelana dari satu negara ke negara lain untuk mencari kebahagiaan, namun ia tidak menemukannya. Hidupnya penuh dengan kemuraman belaka. Di kemudian hari, kemuraman yang menyelimuti jiwanya membuat Hughes membiarkan rambutnya tumbuh panjang terurai hingga pinggang, kuku tangan serta kakinya tidak lagi dipotong, sampai akhirnya orang menganggapnya sakit jiwa.
  Mengapa Hughes menjadi orang yang aneh? Karena ia tidak bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Ia tidak memiliki kecerdasan emosional. Hughes menganggap orang lain hanya sebagai objek yang dapat dimanfaatkan, sebaliknya orang yang berteman dengannya hanyalah orang yang bermotivasi untuk meraup keuntungan semata. Tentu saja hubungan yang dilandasi atas dasar yang demikian tidak akan mendatangkan kebaikan.
  Jika menginginkan orang lain menghargai dan menerima kita apa adanya, maka kitalah yang pertama harus menghargai dan berkeputusan untuk menerima  orang lain apa adanya. Buanglah sikap yang menggurui dan bossy atau sok menjadi raja atas orang lain. Jauhi sikap yang menekan mereka yang ada di bawah kita, meskipun orang itu tidak memiliki pendidikan yang memadai. Terimalah orang lain sebagai saudara dengan segala kekurangan dan kelebihannya, sebagaimana Kristus menerima kita dengan segala kekurangan dan kelebihan kita, bahkan pada waktu kita masih berdosa. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerimaku apa adanya. Ajarilah aku untuk dapat bersikap seperti Engkau sehingga aku dapat menerima orang lain seperti Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar