Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 6 Maret 2020
Bacaan: Lukas 6:41 "Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?"
Renungan:
Seorang pria yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yang sangat cantik untuk menjadi istrinya. Kemudian ia pun berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia di sebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yang memiliki 3 anak gadis yang cantik. Pria tersebut kemudian menemui sang petani untuk menjadikan salah seorang anak gadisnya menjadi istrinya. Sang petani menganjurkan agar ia mengenal lebih dekat dulu ketiga anak gadisnya. Hari pertama pria tersebut berjalan-jalan dengan anak gadis petani yang pertama. Ketika pulang ia berkata kepada sang petani, "Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan. Hari berikutnya ia pergi dengan anak gadis petani yang kedua. Ketika pulang ia berkata kepada sang petani, "Anak kedua bapak juga punya cacat yaitu matanya agak juling."
Akhirnya pergilah ia dengan anak gadis ketiga sang petani. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi petani dan berkata, "Inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."
Lalu menikahlah ia dengan anak gadis ketiga dari sang petani. Sembilan bulan kemudian sang istri melahirkan anaknya yang pertama. Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui sang petani kemudian bertanya, "Pak, anak bapak cantik dan saya tampan. Kenapa anak saya bisa sejelek ini?" Petani menjawab, "Sebenarnya putriku yang ketiga juga memiliki satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu ia belum menikah denganmu sebenarnya putriku itu sudah hamil duluan."
Mungkin kita tersenyum membaca kisah di atas. Namun seringkali hal itu terjadi dalam hidup kita. Kita mencari kesempurnaan dari orang orang tua, anak-anak kita, anak buah kita, pemimpin kita bahkan pasangan hidup kita. Jika kita siap dengan kekurangan mereka, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa. Tetapi jika segala sesuatunya itu tidak sesuai harapan kita, maka kita akan kecewa.
Jadi, bila kita tidak mau dikecewakan, mari belajar untuk menerima orang lain apa adanya. Mari kita belajar untuk memaklumi orang lain dengan segala keterbatasan dan kelemahannya, agar kita tidak frustasi, karena kita sendiri juga belum sempurna. Jangan mencari kesempurnaan dari orang lain dan dari dunia, karena yang sempurna hanya Tuhan saja. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk dapat menerima orang lain apa adanya seperti Engkau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar